Sido Muncul Optimis Profit Naik Hingga Akhir 2026
JAKARTA[NuansaJateng] – Manajemen PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk masih optimistis terhadap kinerja bakal naik hingga akhir 2026.
Direktur Utama Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat mengatakan Sido Muncul optimis profit naik di Semester II-2026, selain menjaga kualitas dan kepercayaan masyarakat, pihaknya terus berupaya meningkatkan kinerja perusahaan.
Sido Muncul sempat mengalami penurunan profit pada semester pertama, akibat adanya penyesuaian inventori (inventory adjustment). Berdasarkan catatan, profit Semester I-2026 Sido Muncul diketahui sebesar Rp334 miliar, menurun dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Namun, Irwan tetap optimis pemulihan kinerja perusahaan mulai terlihat jelas memasuki kuartal ketiga.
Dia menjelaskan tren penjualan diperkirakan membaik pada Juli, Agustus, hingga September 2026.
“Target profit Triwulan III-2026, yakni Juli, Agustus, September, kurang lebih antara Rp200-250 miliar,” ujarnya, Kamis (1/10).
Irwan meyakini kinerja perusahaan pada Semester II-2026 akan kembali bangkit dan diproyeksikan total profit pada Semester II-2026 tahun ini membaik jika dibandingkan dengan Semester I-2026.
Lonjakan kinerja ini diperkirakan didorong normalisasi penjualan tanpa adanya beban penyesuaian inventori seperti sebelumnya.
“Target profit sampai akhir tahun untuk Semester II-2026 diharapkan naik di kisaran 40-50% dibandingkan semester pertama,” tutur Irwan.
Irwan menyebut penjualan perusahaan mulai kembali normal sejak Juli 2026 setelah perseroan melakukan inventory adjustment pada distributor. Penyesuaian persediaan tersebut menjadi salah satu faktor yang menekan laporan penjualan pada Ssemester I-2026.
Namun, menurut Irwan, kondisi tersebut tidak mencerminkan penurunan permintaan di pasar.
“Saya lakukan inventory adjustment, sehingga laporan penjualannya, laporan profit penjualannya turun. Tapi demand-nya nggak turun, pasar nggak turun,” ujar Irwan.
Berdasarkan catatan, penjualan Sisod Muncul Semester I-2026 turun sekitar 20% secara tahunan. Secara segmen, penjualan herbal dan suplemen turun sekitar 41% menjadi sekitar Rp639 miliar.
Sementara itu, segmen makanan dan minuman masih tumbuh sekitar 11% menjadi sekitar Rp 760 miliar. Segmen farmasi juga mencatat pertumbuhan sekitar 7% menjadi Rp67,4 miliar.
Irwan menambahkan, kondisi penjualan mulai membaik pada periode Juli hingga September 2026. Bahkan dia menyebut penjualan Agustus mencapai hampir Rp360 miliar dalam satu bulan, sementara persediaan di distributor telah turun menjadi sekitar 18 hari.
“Sudah normal, sudah balik normal. Stok yang ada di distributor hanya tinggal 18 hari,” tuturnya.
Irwan menuturkan, penjualan pada Kuartal III-2026 secara pengamatannya lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, dia mengisyaratkan, angka tersebut masih berdasarkan laporan penjualan internal dan belum diverifikasi.
Untuk kinerja sepanjang 2026, Irwan meyakini tetap optimistis akan kembali naik. Di sisi lain, Sido Muncul masih melihat pertumbuhan dari sejumlah produk dan pasar ekspor.
