REI Expo Semarang 2026 Targetkan Penjualan 100 Unit Rumah
SEMARANG[NuansaJateng] – DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah menargetkan penjualan sekitar 100 unit rumah dalam ajang pameran properti REI Expo 2026 yang berlangsung di DP Mall Semarang, 24 April -3 Mei 2026.
Target tersebut dinilai realistis seiring tingginya kebutuhan hunian dan strategi pemasaran yang semakin adaptif.
Ketua DPD REI Jateng Harmawan Mardiyanto mengatakan pameran yang diikuti 16 pengembang ini menjadi momentum penting untuk mendorong transaksi di tengah isu perlambatan ekonomi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sektor properti tetap bergerak. Target sekitar 100 unit ini diharapkan bisa tercapai dengan dukungan semua pihak,” ujarnya.
Menurutnya, pameran offline tetap relevan karena memberikan pengalaman langsung kepada calon konsumen. Dalam satu lokasi, pengunjung dapat mengakses berbagai pilihan hunian sekaligus berkonsultasi secara detail dengan pihak pengembang.
“Interaksi langsung ini yang tidak tergantikan. Masyarakat bisa langsung membandingkan produk dan menyesuaikan dengan kebutuhan maupun kemampuan finansialnya,” tuturnya.
Harmawan meambahkan, pola pemasaran properti kini telah berubah. Pengembang tidak lagi hanya mengandalkan metode konvensional, tetapi juga memaksimalkan kanal digital seperti media sosial dan platform online.
“Sekarang kombinasi online dan offline menjadi strategi utama. Online untuk menarik minat, sementara offline menjadi titik temu untuk transaksi,” ujarnya.
Produk yang ditawarkan dalam pameran ini cukup beragam, mulai dari rumah subsidi hingga komersial dengan harga antara Rp300 juta hingga Rp2,5 miliar.
Sejumlah pengembang juga menghadirkan tipe-tipe baru untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Dari sisi pembiayaan, Bank BTN hadir dengan berbagai program KPR, termasuk skema subsidi pemerintah dengan bunga ringan. Dukungan ini dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya generasi milenial.
Selain itu, Jawa Tengah tercatat sebagai salah satu daerah dengan penyaluran KPR tertinggi secara nasional, menunjukkan minat masyarakat terhadap kepemilikan rumah masih kuat.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus mempertegas perannya sebagai motor penggerak pembiayaan perumahan nasional dengan mengakselerasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di wilayah Jateng dan DIYa.
Upaya ini tidak hanya untuk menjawab tingginya kebutuhan hunian, tetapi juga sebagai bagian dari kontribusi nyata BTN dalam mendukung Program 3 Juta Rumah serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor properti.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi BTN dalam REI Expo I 2026 yang diselenggarakan oleh DPD Real Estat Indonesia (REI) Jawa Tengah di DP Mall Semarang. Kehadiran BTN dalam ajang ini menjadi bagian dari sinergi strategis antara perbankan, pengembang, dan pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan.
Kepala Kantor Wilayah BTN Jateng DIY Fitri Novianty Ratna Kusuma menuturkan,kinerja penyaluran KPR di wilayah tersebut menunjukkan tren yang terus menguat. Sepanjang 2025, BTN mencatatkan penyaluran KPR lebih dari 11.000 unit dengan nilai mencapai Rp1,9 triliun atau tumbuh 15,7% secara year-on-year (YoY). Sementara hingga pertengahan April 2026, realisasi penyaluran telah mencapai lebih dari 2.000 nasabah dengan total kredit sebesar Rp338 miliar.
“Pertumbuhan ini mencerminkan bahwa kebutuhan akan hunian tetap menjadi prioritas masyarakat. BTN hadir bukan hanya sebagai penyedia pembiayaan, tetapi sebagai institusi yang mengawal pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya kepemilikan rumah bagi segmen menengah ke bawah,” ujar Fitri di sela REI Expo I 2026 di DP Mall Semarang.
Fitri menambahkan, sektor perumahan memiliki dampak ekonomi yang luas, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di dalam ekosistem perumahan.
Sejalan dengan transform Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang, Murni Ediati mengatakan sektor properti memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Selain memenuhi kebutuhan hunian, sektor ini juga menggerakkan banyak sektor lain, mulai dari tenaga kerja hingga UMKM,” tuturnya.
Dengan backlog perumahan di Kota Semarang yang mencapai sekitar 170.000 unit, pameran ini diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat.
“Harapannya, REI Expo ini tidak hanya mencapai target penjualan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat serta memperkuat ekosistem properti di Semarang,” ujarnya. (rs)
