Kebakaran Hutan di Jateng Januari-Juli 2024 Capai 153 Hektare

SEMARANG[NuansaJateng] – Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno meminta para pemangku kepentingan dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan,  guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kebakaran hutan dan lahan harus kita cegah. Karena hutan mempunyai fungsi sangat strategis  dan merupakan salah satu penyeimbang lingkungan,” ujar Sumarno disela rakor pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Rimba Graha Semarang, Senin (26/8).

Menurutnya, faktor alam bukan satu-satunya penyebab karhutla, namun  faktor ulah manusia juga  kerap jadi salah satu penyebabnya.

Oleh karenanya, lanjutnya, aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran seperti membuang rokok di sekitar kawasan hutan, harus dihindari.

Sumarno berharap, kepedulian masyarakat dalam menjaga hutan agar tetap lestari terus ditingkatkan.

Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Haryo Pambudi menambahkan, luas hutan dan lahan terbakar di Jateng pada 2023 mencapai 9.966 hektare. Dari luasan tersebut tertinggi di Blora yang mencapai 2.863 hektare, Brebes seluas 940 hektare, serta Kabupaten Semarang seluas 690 hektare.

Sedangkan selama Januari -Juli 2024, luas hutan dan lahan yang terbakar di Jateng mencapai 153 hektare. Paling luas di Kabupaten Tegal yang mencapai 45 hektere.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto menuturkan, wilayah  Jateng memiliki luasan hutan sebesar 1.292.535 hektare, terdiri dari kawasan hutan dan hutan rakyat. Menurutnya, upaya pencegahan penting dilakukan seluruh pihak agar tak terjadi kebakaran hutan.

“Peran dari masyarakat sangat luar biasa, sehingga adanya rakor seperti ini, diharapkan kedepan tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan, ” tuturnya. (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *