Transformasi Sido Muncul Menyongsong Generasi Penerus
UNGARAN[NuansaJateng] – Perjalanan panjang kini memasuki babak baru, PT Industri Jamu dan farmasi Sido Muncul Tbk tengah menyiapkan fondasi bisnis jangka panjang melalui lima startegi dan mempersiapkan rencana regenerasi kepemimpinan dan pembenahan menyeluruh perusahaan.
Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr (HC) Irwan Hidayat mengatakan Strategic & Business Sido Muncul bukan perusahaan sekadar entitas bisnis, melainkan rumah besar yang dibangun di atas persaudaraan.
“Sebagai perusahaan keluarga, maka pondasi utama Sido Muncul adalah spirit keluarga, yakni persaudaraan. Kekompakan dan saling menyayangi adalah modal terpenting kami,” ujarnya disela Kampanye Menabung Saham di Agrowisata Sido Muncul, Kabupaten Semarang, Senin (30/3).
Nilai itu, tutur Irwan, bukan sekadar slogan. Sejak dirintis oleh Ibu Rahkmat Sulistio pada 1940 di Yogyakarta sebagai industri rumahan, Sido Muncul tumbuh perlahan. Berawal dari toko roti, usaha ini berkembang menjadi perusahaan jamu dan farmasi yang kini dikenal luas di Indonesia.
Irwan menambahkan, langkah yang dirancang untuk menjaga keberlanjutan usaha di tengah gejolak geopolitik global, sekaligus mempersiapkan regenerasi kepemimpinan.
Strategi pertama berfokus pada penguatan tata kelola dan transparansi. Irwan menilai, struktur organisasi ke depan akan semakin kompleks karena melibatkan generasi penerus dari berbagai cabang keluarga. Karena itu, aturan yang jelas dan adil menjadi kebutuhan utama.
Langkah kedua meningkatkan efisiensi operasional melalui digitalisasi. Perusahaan mengandalkan sistem Sido Monitoring Activity Real Time untuk memantau proses pengadaan dan pengelolaan inventori secara langsung. Sistem ini diharapkan mampu menekan kebocoran biaya dan meningkatkan profitabilitas.
Selain itu, Sido Muncul juga memperluas pasar produk suplemen kesehatan sebagai strategi ketiga. Sejak 2017, perusahaan telah menyiapkan puluhan produk food supplement yang disesuaikan dengan regulasi di berbagai negara, membuka peluang ekspansi ke pasar global.
Transformasi digital menjadi strategi keempat. Melalui aplikasi Sido Herbalpedia, perusahaan menghadirkan platform edukasi berbasis riset ilmiah yang membantu masyarakat memahami manfaat suplemen herbal dan memilih produk sesuai kebutuhan.
Tak hanya fokus pada bisnis, Sido Muncul juga mendorong perubahan pola pikir masyarakat melalui strategi kelima: kampanye menabung saham.
Irwan menilai partisipasi masyarakat Indonesia di pasar modal masih rendah dan perlu ditingkatkan agar investasi menjadi kebiasaan jangka panjang, bukan sekadar spekulasi.
Di balik berbagai langkah strategis tersebut, ada agenda besar yang tengah disiapkan: pergantian kepemimpinan.
Irwan, yang mewarisi perusahaan pada 1972 bersama saudara-saudaranya, berpeluang kembali menjabat sebagai Direktur Utama jika disetujui dalam RUPS pada 9 April 2026.
Dia menambahkan, akan menjadi CEO terakhir dari generasi ketiga sebelum estafet diserahkan kepada generasi berikutnya. Bersama keluarga, dia berkomitmen mempersiapkan perusahaan sebaik mungkin dalam masa transisi ini.
Menurutnya, juga menyiapkan langkah dengan menyusun aturan yang dapat diterima seluruh generasi penerus, mengingat pentingnya sistem yang lebih formal karena jumlah anggota keluarga yang terlibat kini semakin banyak.
Dari sebelumnya hanya lima bersaudara, kini telah berkembang menjadi 13 anggota generasi penerus dari lima keluarga. Oleh karena itu, aturan berbasis kebiasaan tidak lagi cukup dan perlu diperkuat dengan tata kelola yang transparan dan sistematis.
Selain itu, perusahaan juga menargetkan menjadi entitas bisnis yang 100% patuh terhadap regulasi (full compliance) dalam satu tahun ke depan. Evaluasi akan dilakukan menyeluruh, mulai dari produksi, lingkungan, hingga keuangan.
Irwan menuturkan, dia bersama jajaran direksi ingin memastikan perusahaan dalam kondisi terbaik sebelum diserahkan ke generasi berikutnya.
“Kami ingin menyerahkan perusahaan dalam keadaan sempurna, tanpa celah aturan, baik dari sisi produksi, lingkungan, maupun keuangan,” ujatrnya.
Selain pembenahan internal, strategi bisnis juga menjadi fokus. Perusahaan akan meningkatkan efisiensi sekaligus mendorong penjualan produk suplemen sebagai salah satu motor pertumbuhan.
Langkah ekspansi global juga disiapkan dengan membangun kantor pemasaran di luar negeri. Awalnya, target berada di Arab Saudi, namun rencana tersebut ditunda akibat kondisi geopolitik.
Sebagai alternatif, perusahaan tengah mempertimbangkan negara lain untuk membuka kantor perwakilan pemasaran, bukan pabrik, guna menekan biaya investasi.
Meski akan menyerahkan kepemimpinan ke generasi penerus, Irwan memastikan tetap akan mendampingi operasional perusahaan, kemungkinan melalui posisi komisaris.
Dengan pengalaman lebih dari 59 tahun di operasional, dia ingin memastikan proses transisi berjalan mulus.
Bahkan Irwan optimistis terhadap kualitas generasi penerus yang dinilai memiliki pendidikan baik dan pengalaman kerja antara 15 hingga 25 tahun.
