PBPI Jateng Siap Gelar Turnamen Padel Piala Gubernur Akhir Tahun Ini
SEMARANG[NuansaJateng] – Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Jateng akan segera menggelar turnamen perdana berbentuk series di akhir tahun ini.
Ketua Umum PBPI Jawa Tengah Arganto Wibowo Pangarso mengatakan meski kepengurusannya masih baru, namun segera mencari bibit atlet melalui turnamen tersebut.
“Turnamen padel ini akan memperebutkan Piala Gubernur. Ya kalau tidak bisa akhir tahun, maksimal awal tahun depan akan kami gelar dengan komposisi 70% dari Jateng dan sisanya untuk atlet padel luar daerah,” ujarnya seusai pelantikan, Rabu (1/10).
Menurutnya, pelantikan pengurus padel Jateng periode 2025–2029 menjadi momentum penting bagi lahirnya semangat baru olahraga Padel di Jateng.
Kepengurusan di bawah kendalinya diakuinya sangat solid, namun membutuhkan dukungan pemerintah untuk mempercepat pembentukan pengurus di tingkat kota/kabupaten.
“Saat ini beberapa daerah sudah memiliki atau tengah membangun lapangan Padel, seperti Semarang, Kendal, Kudus, Pekalongan, Tegal, Magelang, Banyumas, Solo, Sukoharjo, dan Karanganyar. Artinya, olahraga ini tidak hanya diminati di kota besar, tetapi juga di berbagai daerah,” tuturnya.
Oleh karenanya, dia mengapresiasi seluruh pengurus yang telah membersamai perjuangan sejak awal hingga PBPI Jateng resmi terbentuk.
“Kami ingin membangun kolaborasi berkelanjutan dengan konsep pentahelix bersama pemerintah, swasta, komunitas, dan akademisi. Dengan kerja sama ini, PBPI Jateng bisa menjangkau hingga tingkat kabupaten/kota,” ujar Arganto.
Ketua Umum PBPI Galih Dimuntur Kartasasmita menilai perkembangan Padel di Indonesia sangat pesat meski terbilang baru.
Dia mengingatkan agar industri dan prestasi dibangun seimbang, agar tidak bernasib seperti di Swedia.
“Di Swedia, dalam 3 tahun dibangun 3.000 lapangan, tapi 30–40% tutup karena hanya berupa court tanpa fasilitas sosial. Di Indonesia berbeda, karena setiap pusat olahraga biasanya dilengkapi area rekreasi. Inilah yang membuat padel punya dampak sosial lebih kuat,” tuturnya.
Galih yang juga merupakan Anggota Komisi XI DPR-RI menambahkan, kunci prestasi terletak pada pembinaan usia dini dan kepelatihan.
Dalam 2 bulan ke depan, PBPI akan mendatangkan sertifikator dari Federasi Internasional Padel (FIP) untuk melatih calon pelatih di seluruh provinsi.
Setiap pengurus provinsi wajib mengirim minimal dua calon pelatih agar mampu menyerap materi yang diajarkan.
Selain itu, seluruh Pengprov diminta segera membuat program pembinaan usia dini dengan menggelar turnamen atau series.
“Jawa Tengah memiliki potensi besar karena dikenal sebagai gudangnya atlet, sehingga tidak sulit mencari bibit unggul asal programnya tepat dan infrastrukturnya dibangun dengan benar,” ujarnya.
