Taj Yasin Dorong Aklamasi Dukung Agus Suparmanto Pada Muktamar X PPP
JAKARTA[NuansaJateng] – Agenda pemilihan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam Muktamar X di Jakarta diharapkan bisa berlangsung secara aklamasi.
Opsi ini dinilai sebagai jalan terbaik untuk menghindarkan partai dari intrik internal dan perpecahan yang berulang.
Wakil Gubernur Jawa Tengah sekaligus tokoh PPP, Taj Yasin Maimoen mengatakan pentingnya aklamasi demi menjaga soliditas partai.
“Kita ingin cari solusi. Tadi sudah sampaikan pada orang-orang yang dekat dengan Pak Mardiono, kita cari jalan tengah mendukung Mas Agus (Suparmanto),” Gus Yasin panggilan akrab Taj Yasin usai konsolidasi bersama pimpinan DPW dan DPC di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (26/9).
Muktamar kali ini memunculkan dua kandidat kuat ketua umum, yakni Agus Suparmanto, mantan Menteri Perdagangan dan Muhamad Mardiono Plt Ketum sebelumnya.
Namun, arus dukungan perubahan di tubuh PPP kian menguat dengan mayoritas kader berharap adanya aklamasi untuk Agus Suparmanto.
Gus Yasin mengingatkan, PPP adalah partai amar ma’ruf nahi munkar, sehingga semua tokoh harus mendengar suara akar rumput.
“Perjalanan PPP ke depan harus masif. Intrik internal hanya akan buang-buang waktu. Mas Mardiono dan tim yuk bersama-sama membangun PPP,” tuturnya.
Dia menambahkan, sekalipun aklamasi tidak terjadi, Agus diyakini tetap meraih suara terbanyak.
Saat ini, Agus sudah mengantongi dukungan 70% suara yang berasal dari gerbong PPP Perubahan.
“Dukungan ini solid, karena kami sudah bicara dari hati ke hati selama lebih dari setahun,” ujarnya.
Ketua DPW PPP Jawa Timur, Mundjidah Wahab, juga menegaskan aklamasi mendukung Agus merupakan harga mati. Menurutnya, ada dua alasan kuat di balik dukungan tersebut.
“Pertama, Pak Agus dekat dengan para kyai. Kedua, para kyai juga memberikan dukungan penuh. Dari 38 DPC di Jatim, 36 DPC bulat mendukung Pak Agus,” tuturnya.
Dengan dukungan mayoritas DPW, DPC, serta para kyai, wacana aklamasi di Muktamar X PPP diyakini akan menjadi momentum penting konsolidasi partai menuju perubahan.
