Sido Muncul Siapkan Strategi Antisipasi Penerapan Cukai MBDK
SEMARANG[NuansaJateng] – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk menjadi salah satu emiten yang bakal terpengaruh pada pemberlakuan kebijakan tarif cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) yang mulai diberlakukan 2026.
Namun Perseroan sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi penerapan aturan tersebut, di antaranya menyiapkan peluncuran produk-produk baru dengan varian yang lebih rendah gula untuk menjamin kesehatan para konsumen.
Direktur Utama Sido Muncul David Hidayat mengatakan penerapan cukai MBDK tahun depan sebagai bagian dari upaya pemerintah mendorong gaya hidup sehat dan memperkuat fiskal negara.
Sido Muncul siap ikuti aturan pemerintah. Pemberlakuan cukai MBDK nampaknya juga akan mempengaruhi kinerja dari sejumlah emiten yang menjual sajian produk minuman berpemanis.
David menambahkan, dampak kebijakan tersebut terhadap Sido Muncul tergolong minim, sebab kontribusi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) atau segmen penjualan Ready To Drink (RTD) terhadap total pendapatan perusahaan masih sangat kecil.
“Produk makanan dan minuman, kami sudah mempersiapkan produk baru dengan formula yang mempertimbangkan ketentuan, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat distribusi,” ujar David, Selasa (26/8).
Menurutnya, Sido Muncul telah menyiapkan pipeline inovasi produk rendah gula, sugar free, non karbonasi yang lebih sehat dan berbasis herbal alami. Produk baru ini ditargetkan untuk memperluas jangkauan konsumen Gen Z dan milenial.
“Kami melihat ada peluang besar di segmen value for health di mana herbal dan RTD bisa berkonvergensi,” tutur David.
David menuturkan, hingga kini pihaknya belum melihat secara merinci soal regulasi yang ditetapkan pemerintah. Namun, regulasi tersebut tampaknya akan menyasar pada produk Sido Muncul berupa minuman siap saji dengan format ready to drink.
David mengatakan pemberlakuan cukai minuman manis tidak berdampak signifikan karena kontribusi dari produk yang mengandung pemanis dalam format ready to drink Sido Muncul berkontribusi kurang dari 2% terhadap pendapatan perseroan.
“Saat ini ready to drink Sido Muncul itu kontribusinya masih kecil terhadap penjualan. Hanya sekitar 1-2%. Jadi bila sugar tax berlaku, dampaknya tidak terlalu material,” ujarnya.
Di sisi lain, David menambahkan, Sido Muncul terus berupaya mempertahankan sebagai market leader untuk pasar herbal melalui penguatan brand awareness.
“Jadi yang kami lakukan terutama di consumer goods adalah yang pertama pasti selalu perkuat brand awareness dan selalu tersedia. Kami harus selalu diingat dan yang kedua harus selalu tersedia,” tutur David.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika mengungkapkan, sektor industri menyimpan kekhawatiran terkait rencana pengenaan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) pada tahun depan.
“Keluhan enggak ada, tapi ada kekhawatiran. Biasa, perubahan-perubahan itu pasti ada kekhawatiran. Tapi kita harus tetap kawan, bagaimana orang berusaha tetap nyaman, memberikan kepastian,” ujar Putu beberapa waku lalu.
Kendati begitu, Putu belum bisa memperkirakan berapa besar kenaikan harga produk akibat pengenaan cukai tersebut.
