Stasiun Tuntang Hadirkan Wisata Perahu Bernuansa Korea
SEMARANG[NuansaJateng] – Stasiun Tuntang kini menghadirkan wajah baru pariwisata berbasis heritage dengan menghadirkan wisata perahu di dermaga Stasiun Tuntang yang mengusung konsep ala Korea.
Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi sinergis antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui program CSR dan PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) selaku pengelola kawasan Stasiun Tuntang.
Wisata perahu ini dihadirkan untuk menarik minat wisatawan lokal, luar kota, hingga wisatawan mancanegara, sekaligus memperkuat posisi Stasiun Tuntang sebagai stasiun heritage bersejarah.
VP Corporate Secretary KAI Wisata Otnial Eko Pamiarso mengatakan kehadiran wisata perahu merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali kawasan heritage melalui konsep wisata kreatif dan berkelanjutan.
“Stasiun Tuntang bukan hanya stasiun kereta tetapi juga situs sejarah nasional. Melalui dukungan CSR KAI (Persero) dan pengelolaan oleh KAI Wisata menghadirkan wisata perahu ini sebagai simbol sinergi induk dan anak perusahaan untuk mengangkat nilai sejarah menjadi pengalaman wisata yang menarik, edukatif, dan bernilai ekonomi,” ujarnya, Selasa (13/1).
Konsep perahu ala Korea dipilih untuk memberikan sentuhan visual dan pengalaman yang unik sehingga mampu menarik generasi muda dan wisatawan internasional yang menyukai wisata berbasis budaya dan fotografi.
Corporate Branding & Communication KAI Wisata Riesta Junianti menambahkan, wisata perahu di Dermaga Stasiun Tuntang menjadi bagian dari strategi experience-based tourism yang kini semakin diminati.
“Pengunjung dapat menikmati suasana stasiun bersejarah sekaligus menjelajahi kawasan perairan rawa pening di sekitarnya dengan nuansa khas yang berbeda dari destinasi lain. Destinasi wisata terpadu ini menggabungkan heritage, edukasi, dan rekreasi,” tuturnya.
Wisata perahu ini dibuka mulai pukul 9 pagi sampai jam 4 sore dengan tarif Rp15.000 dengan durasi selama 20 menit membawa penumpang dengan kapasitas 5 orang. (rs)
