Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat bersama Manager Lingkungan Sido Muncul Amri Cahyono di acara Anugerah Lingkungan PROPER

Sido Muncul⁠ Kembali Raih Penghargaan PROPER Emas Untuk Keenam Kali

JAKARTA[NuansaJateng] – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk tetap berkonsisten menjaga lingkungan dan pijakan kuatnya dalam praktik bisnis berkelanjutan, hingga kembali membuahkan prestasi.

Perusahaan jamu terbesar itu untuk keenam kalinya kembali meraih penghargaan PROPER Emas 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup, sebuah capaian yang tidak hanya mencerminkan kepatuhan, tetapi juga konsistensi dalam menjaga lingkungan.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq dalam ajang Anugerah Lingkungan PROPER di Taman Mini Indonesia Indah, Selasa (7/4).

Tak hanya itu, Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat juga kembali meraih penghargaan “Green Leadership PROPER” 2025 untuk keempat kalinya secara berturut-turut.

Irwan menjadi satu-satunya pemimpin dari sektor jamu dan farmasi yang memperoleh penghargaan tersebut tahun ini.

Hanif Faisol Nurofiq menegaskan PROPER bukan sekadar seremoni tahunan. Dia menyebutnya sebagai alat ukur konkret kontribusi dunia usaha terhadap lingkungan.

Setiap perusahaan, tutur Hanif, diwajibkan memiliki dokumen lingkungan yang ketat, dengan pelaporan berkala setiap enam bulan sebagai dasar evaluasi ketaatan.

Lebih dari sekadar simbol, PROPER kini juga berdampak pada persepsi pasar. Menurut Hanif, perusahaan dengan peringkat hijau dan emas cenderung mendapatkan kepercayaan lebih dari publik, bahkan berdampak pada peningkatan nilai saham.

Di tengah keterbatasan akses masyarakat terhadap kondisi operasional perusahaan, peringkat PROPER menjadi indikator yang mudah dipahami sekaligus kredibel.

Namun, Hanif mengingatkan penghargaan bukanlah garis akhir. Konsistensi kinerja lingkungan menjadi kunci utama. “Ini bukan soal simbol. Ini soal masa depan lingkungan kita,” ujarnya.

Bagi Irwan Hidayat, capaian ini bermuara pada satu hal: kepercayaan. Menurutnya menjaga lingkungan adalah bagian penting dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap perusahaan.

“Sebagai perusahaan, yang paling kami butuhkan adalah kepercayaan masyarakat. Bahkan menjaga lingkungan adalah salah satu cara kami membangun kepercayaan itu,” tutur Irwan.

Komitmen tersebut, tutur Irwan, bukan formalitas. Namun telah menjadi bagian dari keseharian operasional perusahaan. Prinsipnya sederhana namun mendasar: kualitas lingkungan mencerminkan kualitas produk.

Di balik capaian individu sebagai penerima Green Leadership, Irwan menyebut penghargaan tersebut sebagai hasil kerja kolektif, terutama tim lingkungan di pabrik yang bekerja konsisten menjaga standar keberlanjutan.

Inovasi Lingkungan dari Hulu ke Hilir

Komitmen Sido Muncul terhadap lingkungan diterjemahkan ke dalam berbagai inisiatif konkret. Mulai dari efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, hingga pengelolaan limbah yang telah mencapai zero waste.

Manager Lingkungan Sido Muncul Amri Cahyono menuturkan, lebih dari 90%n energi yang digunakan perusahaan kini berasal dari sumber terbarukan. Langkah ini secara signifikan menekan emisi karbon.

Selain itu, perusahaan juga menjalankan efisiensi penggunaan air, pengelolaan limbah B3, serta pengurangan limbah non-B3 melalui pendekatan Life Cycle Assessment (LCA).

Fokusnya adalah pada titik-titik produksi dengan dampak terbesar (hotspot), guna memastikan efisiensi sumber daya sekaligus mendukung target pembangunan berkelanjutan.

Upaya ini tidak berhenti di dalam pabrik. Melalui program SMARTANI (Sentra Mandiri Agro Ternak dan Inovasi), perusahaan memperluas dampaknya ke masyarakat. Program yang dijalankan di Desa Bergas Kidul ini dirancang untuk menjawab tantangan alih fungsi lahan dan menurunnya minat generasi muda di sektor pangan.

SMARTANI menghadirkan berbagai inisiatif, mulai dari bank ternak bergulir, pusat pembelajaran pertanian dan peternakan, hingga pemanfaatan limbah organik.

Program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga menjaga keberlanjutan lahan dan memperkuat ketahanan pangan desa.

Kepatuhan Menuju Transformasi

Ketua Dewan Pertimbangan PROPER, Sudharto, menilai PROPER adalah instrumen verifikasi yang menuntut lebih dari sekadar kepatuhan. Peringkat emas, menurutnya, hanya bisa diraih melalui sistem yang kuat dan konsistensi jangka panjang.

Menurutnya, Sido Muncul sebagai contoh transformasi nyata dari perusahaan dengan peringkat rendah hingga mampu meraih PROPER Emas secara berkelanjutan. Kunci keberhasilan tersebut terletak pada inovasi, kepedulian terhadap masyarakat, serta kemampuan membangun sistem yang solid.

Dia menambahkan, kinerja lingkungan kini menjadi bagian integral dari penilaian ESG (Environmental, Social, and Governance), yang semakin diperhatikan investor.

Dalam konteks ini, keberhasilan menjaga lingkungan tidak lagi bertentangan dengan pertumbuhan ekonomi.

Di tengah meningkatnya kesadaran publik terhadap isu lingkungan, kisah Sido Muncul menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan sekadar strategi komunikasi, melainkan fondasi bisnis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *