Sido Muncul Rayakan Hari Jamu Nasional, Warisan Sehat Untuk Bangsa

SEMARANG[NuansaJateng] –  Indonesia memperingati Hari Jamu Nasional yang ke-17 yang dirayakan setiap 27 Mei, sebagai bentuk apresiasi terhadap warisan pengobatan tradisional yang telah turun-temurun selama ribuan tahun, bahkan telah mendapat pengakuan dunia dari UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.

Tahun ini, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk turut memeriahkan momen tersebut melalui acara bertema ‘Ayo Minum Jamu’ dengan mengajak para pengusaha jamu, para pedagang jamu dan warung angkringan yang digelar di kawasan Agrowisata Pabrik Sido Muncul, Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (3/6).

Sebelumnya, para penjual jamu gendong dan pedagang warung angkringan ini diajak berkeliling pabrik Sido Muncul untuk melihat proses produksi produk-produk Sido Muncul yang telah menggunakan teknologi modern.

Sebuah momentum yang tidak hanya merayakan sejarah, tapi juga meneguhkan tekad jamu akan terus hidup, menyatu dalam denyut kehidupan bangsa.

Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat mengatakan adanya peringatan Hari Jamu Nasional ini menandakan kalau budaya minum jamu telah menjadi gaya hidup sehat masyarakat sejak dulu kala.

“Masyarakat tahu akan khasiat dan manfaatnya jamu bagi kesehatan. Selain itu juga sebagai penanda bahwa jamu bisa mendunia dan merupakan warisan budaya asli Indonesia,” ujar Irwan.

Kini, tutur Irwan, warisan budaya yang telah mendapat pengakuan dunia dari UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda ini, bukan sekadar penghargaan, tapi amanah untuk terus menjaga, melestarikan dan mengembangkan untuk ke depan.

Irwan menambahkan, masa depan jamu adalah masa depan bangsa yang sehat, sehingga perjuangan dilakukan dari dua arah yakni melalui riset ilmiah dan pelestarian tradisi minum jamu yang akrab dengan masyarakat.

“Kami percaya, jamu bukan hanya obat dari alami, tapi juga nilai, kebersamaan dan identitas. Kami ingin generasi muda melihat jamu bukan sebagai sesuatu yang kuno, tapi gaya hidup yang membanggakan,” tuturnya.

Acara ini bukan hanya soal minum jamu bersama. Irwan mengingatkan warisan yang besar tidak hanya diwariskan, tapi juga diperjuangkan. Dalam setiap tegukan jamu, tersimpan cerita perjuangan ibu-ibu jamu gendong, semangat pengusaha lokal, dan doa-doa panjang para pelestari budaya.

“Kami ingin jamu terus hidup. Tak hanya dalam botol, tapi juga dalam hati bangsa Indonesia,” ujar Irwan.

Irwan berharap, pertemuan dalam memperingati Hari Jamu Nasional ini para penjual jamu tetap eksis dengan berbagai inovasi dan terus menjaga kualitas dalam berjualan.

“Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan jamu yang dikemas dalam bentuk modern agar lebih praktis untuk dikonsumsi, sehingga dapat menarik minat generasi muda untuk ikut melestarikan tradisi minum jamu, serta menjadi alternatif bagi masyarakat yang kurang menyukai aroma jamu yang terkesan pahit,” tutur Irwan.

Irwan juga mengajak para penjualan jamu bisa melakukan berbagai inovasi baik produksi, kemasan dan lainnya untuk mengikuti perkembagan jaman, sehingga jemu semakin digemari masyarakat dari kalangan anak muda hingga dewasa.

Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat

Menurut Irwan, sebenarnya popularitas jamu mulai dilirik generasi muda. Apalagi kini jamu berinovasi dengan kemasan yang lebih modern serta rasa dan khasiat yang bervariasi. Di sisi lain, meski masih banyak juga yang meragukan khasiat dan keamanan jamu.

“Indonesia punya bahan-bahan jamu yang bagus seperti kunyit dan temulawak. Bahkan pabrik kami pernah diliput media Jepang dan menyebut kunyit dan temulawak sebagai super food yang banyak diminum oleh masyarakat di Negara sakura itu yang memiliki kebiasaan minum dan merokok. Jadi kita harus percaya kalau bahan-bahan dari negeri kita tidak kalah berkualitas,” ujar Irwan.

Industri jamu pun berperan penting untuk melawan stigma tersebut. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas produk, memastikan proses produksi sesuai dengan standar, dan teruji secara klinis.

“Semakin banyak anak-anak muda menyadari bahwa salah satu cara menjaga kesehatan adalah minum jamu, di samping pola makan yang baik. Jadi untuk menarik gen Z terhadap jamu, yang perlu diperhatikan pertama tentunya adalah bentuk produknya. Buat jamu yang enak dan gampang diminum. Tapi yang terpenting tentu adalah quality. Tiga hal penting yang selalu diterapkan Sido Muncul adalah pertama quality, kedua quality, ketiga juga quality,” tuturnya.

Upaya memastikan kualitas dan keamanan, Sido Muncul selalu memastikan setiap produknya telah melewati enam tahapan screening, mulai dari pestisida, pupuk, logam berat, cemaran aflatoxin, bebas DNA babi, dan bebas EG/DEG.

Irwan menuturkan, Sido Muncul juga menawarkan kesediannya dalam pembinaan para pedagang jamu tradisional, baik dengan cara membuat jamu yang baik dan benar, serta penelitian terkait produk herbal, bahkan pihaknya siap menyumbangkan semua sumber daya yang dimiliki perusahaan untuk pembinaan para pengusaha jamu dan pedagang jamu tradisional.

Sementara itu, Kepala Balai Besar POM Semarang Lintang Purba Jaya mendukung penuh semangat pelestarian jamu tradisioal ini. Bahkan pihaknya turut mendampingi para pengrajin jamu untuk memastikan mutu, keamanan, dan manfaat produk jamu tetap terjaga.

“Hari ini kita latih para pengrajin agar jamu tradisional yang dijajakan, baik lewat angkringan maupun bentuk modern, bisa diterima dengan baik oleh masyarakat dari berbagai generasi,” ujarnya.

Senada Ketua Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu) Jawa Tengah Stefanus Handoyo mengapresiasi dedikasi Sido Muncul yang berkomitmen penuh meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap jamu. Sebab, popularitas jamu bisa dibilang masih minim, terutama di kalangan muda seperti generasi Z

GP Jamu juga memperkenalkan program “Jamu Go to School” dan “Jamu Goes to Campus”, hingga produksi film Jelajah Jamu Nusantara yang memperkenalkan keberagaman jamu di seluruh pelosok negeri.

“Anak muda biasanya nongkrong di kafe. Tapi kini, kita dorong nongkrong sehat di angkringan jamu. Di situ ada makna, ada akar budaya. Minum jamu, tapi tetap gaul,”tuturnya.

Dokter Ariyanti, seorang praktisi kesehatan, menyampaikan jamu kini sudah berada di jalur yang tepat untuk diterima kembali sebagai bagian dari gaya hidup modern.

“Produk seperti dari Sido Muncul ini sudah dalam bentuk modern seperti kapsul dan ready to drink. Harapannya, masyarakat tidak ragu lagi minum jamu karena manfaatnya nyata dan sudah teruji,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *