PGRI Semarang Berharap Agustin-Iswar Bisa Beri Perhatian Sekolah Swasta
SEMARANG[NuansaJateng] – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Semarang, Nur Khoiri menyambut kedatangan pasangan calon Wali kota dan Wakil Wali Kota Semarang nomor urut 01, Agustin-Iswar.
Nur Khoiri menyampaikan harapannya kepada calon wali kota dan wakil wali kota Semarang agar memberikan perhatian merata untuk semua pelajar termasuk yang bersekolah di swasta.
“Alhamdulillah kami, sangat senang bisa menerima kunjungan dari Bu Agustin dan Pak Iswar, jadi bisa sharing dan mengeluarkan unek-unek,” ujarnya di kantor PGRI Kota Semarang Jalan Sendangguwo Baru III, Kelurahan Gemah, Kecamatan Pedurungan Semarang, Senin (4/11).
Nur Khoiri mengatakan selama pemerintah masih memperhatikan fasilitas di sekolah negeri selalu baik dan terpenuhi. Namun, berbanding terbalik dengan sekolah swsta yang kondisinya belum baik.
Padahal masyarakat tak hanya di sekolah negeri, tapi juga sekolah swasta, sehingga pemerintah juga perlu memperhatikan sekolah swasta.
“Kalau fasilitas sekolah negeri sudah bagus, namun hal itu bebalik dengan yang kondisi sekolah swasta. Kami berharap perhatian bu Agustin dan Pak Iswar kepada sekolah swasta tolong ditingkatkan,” tuturnya.
Dia menambahkan, anggaran untuk pendidikan sangat besar, tapi hanya terfokus untuk sekolah negeri, karena mereka yang bersekolah di swasta juga merupakan warga kota Semarang.
Jangan sampai nanti ada kesenjangan antara sekolah negeri dan swasta. Kalau pun ada perbedaan, jangan sampai extreme. Sekolah swasta penuh perjuangan sendiri.
Selain pembangunan fasilitas sekolah swasta seperti perbaikan gedung bila ada kerusakan, kelengkapan peralatan dan sarana serta lain, Nur Khoiri juga berharap adanya tambahan kesejahteraan bagi guru swasta.
“Kalau guru di sekolah negeri dapat tambahan penghasilan pegawai dan tunjangan profesi guru. Sementara guru swasta, enggak dapat. Gajinya pun ada yang semampunya sekolah, ada yang hanya Rp2 juta. Lalu TPG untuk guru swasta, kalau menurut undang-undang harusnya satu kali gaji. Tapi hanya dapat Rp1,5 juta. Ini kesenjagangan extreme,” ujarnya.
Dengan fasilitas memadai dan gaji yang layak, Nur Khoiri meyakini para siswa bisa mendapat pendidikan yang layak pula.
Sementara, Agustina Wilujeng mengaku senang bisa bertemu perwakilan PGRI Kota Semarang, karena termasuk belanja masalah dalam bidang pendidikan.
“Ini termasuk belanja masalah. Segera akan kita carikan solusi Saya sepakat bahwa fasilitas memadai dan kesejahteraan guru harus diperhatikan karena merupakan pertahanan masa depan bangsa,” tuturnya. (rs)
