Ketukan Palu Hakim dan Amarah Massa di Pengadilan Tipikor Semarang

SEMARANG[NuansaJateng] –  Suasana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang tiba-tiba berubah menjadi medan ketegangan, setelah ratusan demonstran, deru mesin mobil tahanan, dan barikade ketat aparat Kepolisian menjadi saksi bisu runtuhnya harapan kubu Bupati Pati nonaktif, Sudewo, Senin (29/6).

Hari itu, majelis hakim mengetuk palu, menjatuhkan putusan sela yang tegas: menolak seluruh eksepsi atau nota keberatan yang diajukan Sudewo atas kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjeratnya. Putusan ini menjadi babak baru yang memaksa persidangan terus melaju ke agenda pembuktian. Namun bagi ratusan simpatisannya, putusan itu adalah pemantik amarah.

Begitu sidang ditutup, situasi di luar ruang sidang langsung memanas. Tak puas dengan keputusan hakim, ratusan massa yang semula tertib mulai merangsek masuk ke halaman pengadilan. Target mereka satu mobil tahanan yang bersiap membawa Sudewo kembali ke Rumah Tahanan (Rutan).

Dalam hitungan menit, kendaraan besi itu terkepung. Massa yang emosional mulai menggedor kaca dan bodi mobil, menciptakan suara dentuman bertalu-talu di tengah riuhnya teriakan tuntutan pembebasan. “Bebaskan Sudewo! Ini tidak adil!” teriak massa bersahut-sahutan.

Ketegangan memuncak saat beberapa demonstran yang nekat mulai memanjat kap dan atap mobil tahanan. Menyadari risiko keamanan yang kian besar, sopir mobil tahanan terpaksa mengoper gigi mundur, bergerak kembali ke area parkir dalam yang lebih terlindungi.

Melihat situasi yang nyaris lepas kendali, aparat Kepolisian dan personel Korps Brimob bersenjata lengkap bergerak cepat. Menggunakan tameng dan seragam taktis, mereka langsung membentuk pagar betis kokoh untuk menghalau massa.

Aksi saling dorong yang sengit antara petugas dan demonstran pun tak terhindarkan di area parkir. Massa yang telanjur kecewa terus mencoba menjebol pertahanan petugas demi bisa mendekati sang bupati nonaktif. Untuk menjamin keselamatan, tim hukum dan sejumlah pihak terkait segera dievakuasi oleh petugas ke area steril, termasuk ke Ruang Tunggu Jaksa. Beberapa kendaraan taktis tak lama kemudian disiagakan di sudut-sudut strategis gedung pengadilan.

Di tengah situasi genting tersebut, momen menarik terjadi ketika Sudewo dipindahkan ke kendaraan taktis Korps Brimob yang lebih aman. Dari balik jendela kendaraan taktis, Sudewo  sempat menyapa dan melambaikan tangan kepada para pendukungnya yang masih menyemut di luar. Sebuah lambaian yang disambut gemuruh riuh oleh massanya.

Ketegangan perlahan mengendur seiring berjalannya waktu. Hingga pukul 13.00 WIB, massa yang sempat menutup sebagian badan jalan di depan Pengadilan Tipikor Semarang akhirnya mulai membubarkan diri secara teratur. Meski demikian, mereka berjalan pulang sembari tetap menyuarakan tuntutan pembebasan dan meminta klarifikasi langsung dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dengan ditolaknya eksepsi ini, drama hukum Sudewo dipastikan masih panjang. Persidangan dijadwalkan kembali bergulir pekan depan, tidak lagi sekadar memperdebatkan berkas dakwaan, melainkan langsung masuk ke agenda inti: pemeriksaan saksi-saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum. Pekan depan, ruang sidang akan kembali diuji, baik oleh argumen hukum maupun oleh riuh sentimen publik di luarnya. (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *