Januari 2026, Pergerakan Penumpang di Bandara A Yani Semarang Naik 6,5%
SEMARANG[NuansaJateng] – PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang mencatat peningkatan pergerakan penumpang selama Januari 2026.
Dalam periode tersebut, Bandara Ahmad Yani Semarang melayani sebanyak 201.392 penumpang, meningkat 6,5% dibandingkan Januari 2025 yang tercatat hanya sebanyak 189.151 penumpang.
Dari jumlah pergerakan pesawa juga menunjukkan peningkatan. Pada Januari 2026 tercatat sebanyak 2.092 pergerakan pesawat yang mendarat dan lepas landas dari Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang. Angka ini meningkat 40,1% dibandingkan Januari 2025 yang hanya tercatat 1.493 pergerakan pesawat.
“Peningkatan pergerakan penumpang dan pergerakan pesawat ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat dengan transportasi udara semakin meningkat serta semakin banyaknya frekuensi penerbangan maskapai dari dan ke Semarang,” ujar General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang Sulistyo Yulianto, Senin (9/2).
Pergerakan penumpang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang selama Januari 2026 masih didominasi penumpang rute penerbangan domestik, yakni sebanyak 187.061 penumpang atau 92% dari total pergerakan penumpang.
Sedangkan penumpang rute internasional ke Kuala Lumpur dan Singapura berjumlah 14.331 penumpang atau sekitar 8%. Lima kota tujuan penumpang terbanyak adalah ke Jakarta dengan 47%, diikuti Banjarmasin 11%, Pangkalanbun 7%, Balikpapan 7% dan Denpasar 7%.
Sulistyo Yulianto menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan kebandarudaraan yang andal melalui peningkatan kualitas pelayanan, penguatan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan, serta kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa. Apalagi tidak lama lagi akan memasuki momentum periode Angkutan Lebaran 2026.
“Capaian positif di awal tahun ini membuat kami cukup optimistis untuk menjaga momentum pertumbuhan penumpang pesawat udara sepanjang tahun 2026, sekaligus berkontribusi lebih besar dalam mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan konektivitas wilayah Semarang dan Jawa Tengah,” tutur Sulistyo. (rs)
