FKUB Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kerukunan Dalam Rayakan Nataru

SEMARANG[NuansaJateng] – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Tengah mengajak masyarakat agar momentum datangnya hari Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan semangat kerukunan antar umat beragama.

Ketua FKUB Jateng Prof Dr KH Imam Yahya MA mengatakan semangat kerukunan itu bisa diciptakan melalui kegiatan silaturahmi yang sekaligus dapat berfungsi menjaga toleransi, sehingga warga masyarakat menikmati suasana kerukunan dan kenyamanan dalam menjalankan ajaran agamanya.

“Untuk mewujudkan hal itu bisa dilakukan melalui berbagai macam cara, FKUB  Jateng dalam upaya mewujudkan harapan itu menggelar kegiatan Doa Lintas Agama dan Focus Group Discussion   (FGD). Acara ini diadakan di Hotel New kota Semarang, Selasa (17/12) lalu,” ujar Prof Imam di Semarang, Rabu (18/12)

Kegiatan ini dihadiri para tokoh lintas agama, dari enam agama, meliputi Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha dan Konghucu.

Tujuan dari Doa Lintas Agama dan Diskusi Grup (FGD) ini adalah untuk meningkatkan kerukunan antar umat beragama dan membahas strategi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru 2025.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan kesempatan penting untuk meningkatkan silaturahmi, toleransi, dan sinergi antar umat beragama di Jawa Tengah. Doa lintas agama menjadi  bukti bahwa semuanya bersatu untuk menangani kerukunan.

Sedangkan diskusi ini, lanjutnya, menjadi ruang untuk berkoordinasi dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama Nataru. Para pemimpin dari berbagai agama yang   melakukan doa bersama itu dipimpin oleh Dr KH Andi Purwono M.Si.

Selain  itu,  ada Pendeta Josua, Romo Dedy, I Dewa Made, Romo Andi. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat persatuan, mencerminkan kebersamaan di tengah keberagaman di Jawa Tengah, yang merupakan salah satu provinsi dengan tingkat pluralitas yang tinggi.

Setelah doa bersama, acara dilanjutkan dengan FGD dengan menhadirkan narasumber Perwakilan Kepolisian Daerah Jawa Tengah, AKBP Hasin, Prof Dr Musahadi MA ( MUI Jawa Tengah).

Dia menambahkan, untuk mencegah konflik sosial, meningkatkan keamanan tempat ibadah, dan mengelola arus mobilitas penduduk selama libur Nataru, AKBP Hasin membahas berbagai topik penting dalam Focus Group Discussion (FGD).

Untuk menjaga situasi aman dan kondusif selama perayaan Nataru diharapkan aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat bekerja sama sangat penting.

“Kami siap berkolaborasi dengan semua pihak untuk menjaga keamanan di seluruh wilayah Jawa Tengah, termasuk mengantisipasi potensi gangguan yang mungkin muncul,” tuturnya.

Prof Dr Musahadi MA yang merupakan salah satu pengurus MUI Jawa Tengah, meminta semua pihak dalam masyarakat untuk menunjukkan toleransi dan menghargai perbedaan.

“Kita diciptakan oleh Alloh SWT, harus menggunakan momentum Nataru ini untuk memperkuat persaudaraan, bukan untuk menimbulkan perpecahan. Kerukunan adalah kunci perdamaian,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *