DPRD Jateng Dorong Penguatan Peran Perempuan Menuju Indonesia Emas
SEMARANG[NuansaJateng] – Hari Ibu bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat penghargaan terhadap kontribusi perempuan sebagai pilar utama pembentukan karakter generasi penerus bangsa.
Perempuan memiliki peran yang sangat menentukan dalam membangun keluarga yang berkualitas dan masyarakat yang berdaya. Ketika perempuan diberi ruang, kesempatan, dan dukungan untuk berkarya, maka kemajuan daerah dan bangsa akan tercapai.
Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah Krisseptiana SH MM mengatakan keluarga merupakan unit dasar pembangunan dan di dalamnya, ibu memegang peran aktor sentral sebagai pengelola kesejahteraan keluarga, sekaligus peletak dasar kualitas generasi masa depan.
Menurutnya, ibu sebagai tokoh sentral dalam keluarga bukan berarti tanggungjawab itu semuanya dilimpahkan pada ibu saja, tetapi harus ada sharing dengan ayah sebagai kepala keluarga.
Ibu, lanjutnya, memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pengelolaan keluarga, bahkan menjadi manajer mulai dari pola pengasuhan, pendidikan anak, hingga manajemen ekonomi rumah tangga.
Dia menambahkan, pemberdayaan perempuan bukan hanya agenda sosial, tetapi merupakan langkah strategis yang menentukan kemajuan bangsa. Bahkan peningkatan akses perempuan terhadap pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan perlindungan hukum akan mendorong lahirnya generasi yang lebih berkualitas.
“Perempuan berdaya berarti bangsa berdaya. Ketika perempuan diberi ruang untuk berkembang, dampaknya tidak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga langsung memperkuat pondasi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Tia panggilan akrab Krisseptiana dalam dialog prime topic yang mengusung tema ‘Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Inonedia Rmas 20245’ yang di gelardi Front One HK Resort Simpang Lima Semarang, Jl. Kesambi No. 7 Semarang, Senin (15/12).
Dialog yang dipandu oleh moderator Dendi Ganda, selain menghadirkan nara sumber Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah Krisseptiana SH MM, juga Kepala DP3AP2KB Provinsi Jawa Tengah) Dra Ema Rachmawati MHum, Lembaga Pengkajian Pengembangan Sumberdaya Pembangunan Jawa TengahYuni Dwi Purwani SKM MA dan Penulis dan Blogger Yeni Endah Kusumaningtyas.
Tia menyebutkan bahwa tema peringatan tahun ini ‘Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045’, adalah refleksi dari tekad pemerintah dalam membuka peluang yang lebih luas bagi perempuan untuk terlibat dalam berbagai sektor.
Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045, membawa pesan penting mengenai kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan sebagai fondasi menuju visi Indonesia Emas.
“Perempuan bukan sekadar pendamping. Mereka adalah pendidik utama generasi bangsa, penjaga harmoni keluarga, penggerak ekonomi, sekaligus aktor penting dalam pembangunan sosial,” tuturnya.
Dia menuturkan, perempuan telah menunjukkan peran strategis di berbagai sektor seperti UMKM, pertanian, pendidikan, kesehatan, teknologi, pemerintahan desa, hingga posisi kepemimpinan publik.
Senada Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah Dra Ema Rachmawati MHum mengatakan Pemprov Jawa Tengah telah mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Salah satunya melalui program Sekolah PERMATA (Perempuan Mandiri dan Tangguh), yang tidak hanya membangun kemandirian ekonomi perempuan, tetapi juga memperkuat ketahanan keluarga dan sosial.
Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan membutuhkan dukungan lintas sektor, baik dari pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, hingga masyarakat dan media, agar kebijakan yang dirancang tidak berhenti pada tataran konsep.
Momentum hari Ibu ini adalah pengingat bahwa perjuangan itu belum selesai. Tugas yang penuh tantangan masih terus berlanjut, apa yang para perempuan hebat terdahulu telah mulai.
Ema mengatakan perempuan memegang peran besar sebagai penopang ekonomi keluarga sekaligus pembentuk karakter generasi masa depan.
Dia pun mengajak para perempuan untuk terus percaya diri dan menghargai perjuangan diri sendiri.
Sementara itu, Lembaga Pengkajian Pengembangan Sumberdaya Pembangunan Jawa TengahYuni Dwi Purwani SKM MA menambahkan, pemberdayaan ibu rumah tangga merupakan strategi efektif untuk mencapai pembangunan inklusif dan berkelanjutan.
Jawa Tengah memiliki potensi sumber daya lokal yang besar, mulai dari sektor UMKM, pangan lokal, hingga ekonomi kreatif, yang dapat dimanfaatkan ibu rumah tangga untuk memperkuat ekonomi keluarga jika didukung dengan pendampingan yang tepat.
Penulis dan blogger Yeni Endah Kusumaningtyas menilai pentingnya peran media dan penulis dalam mengangkat realitas perempuan di akar rumput.
Keterbatasan akses modal, pelatihan, dan pasar masih menjadi cerita dominan yang dialami banyak ibu rumah tangga. Namun, melalui tulisan dan konten digital, informasi mengenai program pemberdayaan perempuan dapat disebarluaskan agar menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Narasi tentang perempuan harus bergeser dari sekadar beban peran ganda menjadi cerita tentang potensi, kesempatan, dan dukungan kebijakan,” ujarnya.
Dia menyebut bahwa perempuan merupakan motor inovasi, keadilan sosial, dan kesetaraan gender. Namun, perempuan masih menghadapi beragam tantangan seperti beban ganda, stigma sosial, serta kekerasan berbasis gender.
Meski demikian, semangat kemandirian perempuan terus mempertegas posisi mereka dalam pembangunan bangsa.
