Djarum Foundation dan Undip Resmikan Gedung Bulutangkis Polytron Stadium

SEMARANG[NuansaJateng] – Sejumlah legenda bulutangkis Indonesia menghadiri peresmian pembukaan gedung bulutangkis megah bertaraf internasional Polytron Stadium di kawasan Tembalang, Semarang, Senin (2/6).

Pembangunan Polytron Stadium merupakan hasil kerja sama Universitas Diponegoro (Undip) Semarang bersama Djarum Foundation, Polytron, dan iForte dengan biaya senilai Rp43 miliar.

Peresmian Polytron Stadium ditandai dengan penandatangan dan pemukulan shuttlecock oleh President Director Djarum Foundation Victor Rachmat Hartono, Rektor Undip Prof Dr Suharnomo, CEO Polytron Hariyono dan President Director & CEO of iForte & Protelindo Group Ferdinandus Aming Santoso.

Sedangkan sejumlah legenda bulutangkis Indonesia yang hadiri Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, Ivana Lie, Sigit Budiarto, Hendrawan, Aryono Miranat, Hastomo Arbi, Lius Pongoh, Fung Permadi, dan Richard Mainaky.

President Director Djarum Foundation Victor Rachmat Hartono mengatakan pembangunan Polytron Stadium merupakan rangkaian upaya Djarum Foundation dalam membangun ekosistem olahraga bulutangkis yang kokoh.

Menurut Victor, Polytron Stadium adalah simbol tekad untuk membangkitkan kembali kejayaan bulutangkis Indonesia dari lingkungan akademik, demi melahirkan atlet-atlet kampus yang siap bersinar di level dunia.

“Kami percaya bulutangkis merupakan kebanggaan bangsa, sehingga harus terus ditumbuhkan. Djarum Foundation tetap berkomitmen menjaga marwah bulutangkis sebagai olahraga yang digemari masyarakat Indonesia. Polytron Stadium bukan hanya fasilitas, tapi ladang pembibitan juara masa depan. kami berharap mahasiswa memiliki wadah untuk menyalurkan talenta di cabang olahraga bulutangkis,” ujarnya.

Polytron Stadium dibangun di atas lahan seluas ± 11.000 m 2 . Pembangunan dimulai pada 2 Oktober 2023 dan rampung pada 27 Agustus 2024. Selama kurang lebih 330 hari, proses konstruksi berlangsung dengan komitmen tinggi terhadap kualitas dan keselamatan kerja.

Dengan alokasi anggaran sebesar lebih dari Rp43 miliar, proyek ini mencerminkan sinergi dan kolaborasi kuat antara Djarum Foundation, Polytron, dan iForte dengan Undip.

Polytron Stadium dilengkapi dengan 5 lapangan bulutangkis, tribun berkapasitas 300 orang, toilet ramah difabel, lounge atlet, ruang kantor, hingga ruang merchandise.

Keunggula yang membuat stadion ini bertaraf internasional adalah ukuran setiap lapangan 13,4 x 6,10 meter dengan lapisan 100% PVC wear layer, grid stabilizing layer, fiberglass layer, decompression layer, dan foam layer dari Flypower.

Desain stadion pun tak kalah ikonik dengan dilengkapi shuttlecock raksasa di sisi depan menjadi simbol kecepatan, ketekunan, dan dedikasi, seolah menyambut setiap atlet yang datang untuk bertanding dan berlatih.

Sementara itu, Rektor Undip Prof Dr Suharnomo SE MSi, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pembangunan fasilitas lapangan bulutangkis Polytron Stadium, yang diharapkan dapat membangkitkan jiwa kompetitif dan pantang menyerah para generasi muda, khususnya mahasiswa Undip.

“Kami berterima kasih kepada Djarum Foundation, Polytron, dan iForte yang telah membangun Polytron Stadium di kampus kami. Kami percaya stadion ini bukan hanya sebagai tempat latihan, tetapi akan menjadi pusat aktivitas, inspirasi, dan motivasi bagi mahasiswa kami untuk lebih giat berolahraga, mengejar prestasi, dan membentuk karakter melalui olahraga. Semoga semakin banyak mahasiswa yang terpacu untuk aktif berolahraga dan berprestasi,” tutur Suharnomo.

CEO Polytron, Hariyono menambahkan, keberadaan Polytron Stadium diharapkan membangkitkan semangat bulutangkis dari jantung dunia akademik, menghubungkan cita-cita pendidikan dengan tekad untuk berprestasi di panggung olahraga nasional dan internasional.

“Polytron Stadium adalah representasi semangat dan harapan. Ini adalah rumah baru bagi bulutangkis Indonesia. Kami membangunnya bukan hanya sebagai fasilitas, tapi menjadi ruang lahirnya budaya olahraga yang kuat bagi mahasiswa, maupun masyarakat sekitar,” ujarnya.

Menurut CEO of iForte & Protelindo Group, Ferdinandus Aming Santoso, keberadaan Polytron Stadium akan menjadi sarana mahasiswa untuk membangun jejaring yang luas melalui olahraga bulutangkis.

“Tidak hanya menjadi ajan unjuk kemampuan bermain bulutangkis, kami berharap Polytron Stadium juga menjadi sarana untuk membangun jejaring yang lebih luas bagi para civitas kampus,” tuturnya.

Usaia acara pembukaan dilanjutkan dengan pertandingan exhibition antara tim legenda PB Djarum melawan Rektor Undip, serta coaching clinic bersama UKM Bulutangkis Undip dan klub mitra PB Djarum. (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *