Sepanjang 2024 Sido Muncul Turunkan 89% Emisi Karbon

SEMARANG[NuansaJateng] – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk  tercatat telah menurunkan 89% emisi karbon pada 2024 dibandingkan dengan level 2021. Penurunan ini melampaui target yang telah ditargetkan perusahaan.

Dirut Sido Muncul David Hidayat mengatakan Sido Muncul sebelumnya membidik persentase penurunan sebesar 14% dibandingkan dengan 2021.

“Pengurangan emisi mencapai 89% pada 2024 sebagian besar disebabkan oleh penerapan Sertifikat Energi Terbarukan (RECs),” ujar David, Senin (28/4).

Menurutnya, Sido Muncul memang telah menyepakati pembelian 100% daya listrik dari energi baru terbarukan dengan PLN skema Sertifikat Energi Terbarukan atau Renewable Energy Certificate (REC).

David menambahkan, pembelian listrik tersebut memerlukan biaya yang lebih besar, tetapi berkontribusi secara signifikan dalam menurunkan emisi yang dihasilkan khususnya untuk emisi cakupan 2. Emisi cakupan 2 merupakan emisi tidak langsung yang berasal dari pembangkit energi yang dibeli perusahaan.

Pihaknya juga memastikan akan terus berupaya untuk selalu menggunakan energi terbarukan untuk mewujudkan tercapainya lingkungan yang bersih.

David menuturkan, Sido Muncul tetap berupaya mendorong penggunaan energi baru terbarukan (EBT), meski harus membayar tagihan listrik lebih mahal 3% dibandingkan listrik industri.

Sebelumnya pada 2022, tutur David, Sido Muncul telah menyepakati pembelian REC selama 3 tahun mulai dari 1 Oktober 2022 sampai dengan 30 September 2025.

Direktur Utama Sido Muncul David Hidayat

REC merupakan sertifikat atas produksi energi listrik yang dihasilkan oleh pembangkit energi terbarukan. Melalui REC, PLN menghadirkan opsi pengadaan bagi pelanggan untuk pemenuhan target penggunaan energi terbarukan yang transparan, akuntabel dan diakui secara internasional dalam kegiatan usahanya. Adapun satu unit REC setara dengan 1 Mega Watt hour (MWh).

Atas komitmen ini, Sido Muncul saat itu dianugerahi sertifikat dari PLN sebagai The First National Customers Categori Herbal Medicine Company Receiving Renewable Energy Certificate (REC).

Merujuk Laporan Keberlanjutan 2024 Perseroan, emisi gas rumah kaca (GRK) Sido Muncul yang berasal dari aktivitas produksi dan fasilitas pendukung pada 2024 bertengger di 1.773 ton CO2 ekuivalen. Volume tersebut 89% lebih rendah dibandingkan dengan posisi pada tahun dasar 2021 sebanyak 15.494,9 ton CO2 ekuivalen. Persentase penurunan ini juga lebih tinggi dari target yang ditetapkan Sido Muncul.

Selain pasokan energi terbarukan dari PLN, Sido Muncul juga telah memasang instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di fasilitas produksi utama di pabrik Bergas, Kabupaten Semarang. Investasi untuk pemasangan PLTS tersebut bernilai US$2 juta atau sekitar Rp32,7 miliar.

Pembiayaan dilakukan dengan skema performance base rental, bekerja sama dengan SUN Energy. Adapun potensi pengurangan emisi karbon dari PLTS Atap ini mencapai 1.980 ton per tahun dan mendukung penghematan biaya pemakaian listrik.

Sejalan dengan hal ini, kontribusi penggunaan energi terbarukan Sido Muncul sepanjang 2024 mencapai 68% di luar REC. Persentase ini lebih tinggi daripada tahun dasar 2021 sebesar 47%.

Komitmen Sido Muncul bukan sekadar perusahaan yang mengikuti tren keberlanjutan, tetapi benar-benar berkomitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Tidak mengherankan jika upaya Sido Muncul menjaga lingkungan itu telah membuahkan hasil dengan raihan penghargaan Proper Emas yang telah didapatkan hingga lima kali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *