Dukung Pilkada, KAI Beri Diskon 10% Tiket Kereta Api
SEMARANG[NuansaJateng] – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan promo spesial dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Melalui Program Diskon Pilkada 2024, KAI memberikan potongan harga tiket 10% bagi masyarakat yang melakukan pembelian tiket kereta api antar kota melalui aplikasi Access by KAI.
KAI memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan pulang-pergi ke tempat domisili guna berpartisipasi dalam Pilkada 2024. Promo ini berlaku mulai 15 hingga 25 November 2024 untuk keberangkatan kereta api pada 26 hingga 28 November 2024.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo mengatakan tarif diskon 10% ini berlaku untuk seluruh kereta api komersial penumpang antar kota, kecuali pada kelas seperti Luxury, Compartment, Priority, Imperial, Panoramic, dan kereta wisata lainnya.
“Melalui promo ini, KAI berharap dapat mempermudah dan mendorong masyarakat untuk menggunakan kereta api sebagai pilihan transportasi saat momen Pilkada, serta mendukung partisipasi aktif dalam menyuarakan pilihan di daerah domisili masing-masing. Kami ingin memberikan kemudahan akses perjalanan bagi masyarakat yang ingin terlibat langsung dalam proses demokrasi di Pilkada 2024,” ujarnya, Kamis (14/11).
Franoto menambahkan, tiket dengan tarif diskon ini dapat dibatalkan atau diubah jadwal selama alokasi tiket dan tarif diskon masih tersedia. Promo ini, bagaimanapun, tidak dapat digabungkan dengan bentuk reduksi atau diskon lainnya.
Bagi masyarakat yang belum memiliki aplikasi Access by KAI dapat mengunduhnya di perangkat Android atau iOS untuk menikmati beragam layanan dan fitur menarik KAI Group lainnya.
Program ini menegaskan komitmen KAI dalam memberikan pelayanan terbaik dan mendukung momen-momen penting bagi masyarakat Indonesia.
“Dengan pilihan transportasi yang aman dan nyaman, diharapkan masyarakat semakin tertarik untuk menggunakan moda transportasi kereta api yang ramah lingkungan, efisien, serta mendukung keberlanjutan transportasi publik bagi masyarakat di Indonesia,” tutur Franoto. (rs)
