FITK UIN Walisongo-UNISSA Brunei Darussalam Jalin Kerjasama
SEMARANG[NuansaJateng] – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (FITK UIN) Walisongo Semarang menjalin kerja sama dengan Universiti Islam Sulthan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam.
“Fakultas Manajemen Pengembangan Islam UINSSA, telah menyepakati kerja sama dengan FITK UIN Walisongo Semarang. Nantinya dalam kerja sama tersebut ada tiga hal, meliputi joint lecturer atau joint lecture. Kedua, joint seminar, international conference dan training. Ketiga, research collaborative,” ujar Prof Dr Raharjo Med St. yang didampingi Ahmad Muthohar MAg dan Nasikhin MPd.
Raharjo yang juga dosen FITK dan Ketua Prodi studi Islam S3 UIN Walisongo Semarang mennambahka, kerja sama ini bentuk komitmen UIN Walisongo untuk memperluas jaringan internasional.
Nanti dari UIN Walisongo Semarang akan mengajukan judul ke LP2M dan tim dari Brunei juga mengajukan judul ke Pusat Pentadbiran dan Penyelidikan (red.: Pusat Penelitian), lalu diintegrasikan.
Menurutnya, kerja sama yang berikutnya adalah joint lecture dan lecturer yakni pertukaran kelas atau penggabungan kelas secara online dan offline (blended).
Dua kelas dari dua institusi disatukan dan dengan tim teaching, paruh semester yang awal dan paruh semester yang akhir dengan dosen dari salah satu institusi. Atau dosen dari Indonesia diundang sesekali untuk mengajar di Brunei dan dosen dari Brunei sesekali diundang untuk mengajar di Indonesia.
Kerja sama ini, tuturt Raharjo, memerlukan beberapa kesepakatan, antara lain: kapan mulainya semester, materi apa yang bisa disepakati diajar oleh dosen dari kedua institusi.
Pada pertemuan perkuliahan, materi disampaikan oleh salah satu dosen, persiapan mahasiswa untuk bisa menerima bahasa asing sebagai bahasa pengantar, dan penyiapan dosen yang mampu menyampikan materi dengan bahasa pengantar bahasa asing (Arab, Inggris).
“Kerja sama ini bisa dimulai di awal semester, setelah semua aspek itu disepakati. Di FITK sudah ada kelas ICP (International Class Program) dengan bahasa inggris atau bahasa Arab,” tuturnya
Research collaboration
Dalam kesempatan tersebut, Dr Anis Malik Thoha Dekan Fakultas Manajemen Pengembangan Islam UINSSA menuturkan, bentuk kerja sama yang adalah research collaboration.
Dalam penyusunan judul penelitian disusun oleh tim dari Indonesia, sedangkan tim dari Brunei membantu mengumpulkan data dan dijadikan co-author.
“Kemudian dalam pelaksanaan teknis Dr. Baihaqi telah ditujuk sebagai co-reseacher untuk membantu melengkapi data dan mereview laporan akhir berupa artikel jurnal. Tetapi lebih dari itu, bisa dalam bentuk joint grant (kerja sama dalam pembiayaan),” ujarnya.
Bentuk kerja sama yang lain, menurut Anis adalah joint conference, seminar, and training dapat dilakukan dengan mudah. Salah satu institusi mengadakan conference atau seminar, institusi yang lain diundang untuk menjadi presenter.
Konferensi ini bisa dilakukan online atau offline. Nanti program ini bisa disosialisasikan kepada mahasiswa post graduate untuk mengikuti sebagai peserta. Semua kegiatan kerja sama tersebut diharapkan dapat berjalan terlebih dahulu, setelah itu baru dilakukan Memorandum of Agreement_(MoA) ditandatangani. (rs)
