Kwarda 11 Jateng Bekali Pramuka Semangat Nasionalisme dan Moderasi Beragama
SEMARANG[Nuansa Jateng] – Kwartir Daerah (Kwarda) 11 Gerakan Pramuka Jawa Tengah membekali semangat nasionalisme dan moderasi beragama kepada peserta Jambore Daerah (Jamda) Pramuka Penggalang XVI di Semarang, 30 Agustus – 4 September lalu.
Kegiatan ini dilaksanakan di Pusat Kegiatan Kepramukaan (Puskepram) Candra Birawa, Karanggeneng, Gunungpati, Kota Semarang dan dibuka Ketua Kwarda 11 Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Kak Slamet Budi Prayitno.
Selama mengikuti jambore sejumlah 1.362 Pramuka penggalang dari berbagai daerah di Jateng selain mengikuti agenda kegiatan yang sudah disiapkan juga memperoleh pembekalan tentang nasionalisme dan moderasi beragama yang disampaikan para andalan Kwarda 11 Jateng.
Andalan Daerah Urusan Kerohanian Kwarda 11 Jateng Kak Zaimatul Chasanah yang menyampaikan materi tentang Moderasi Beragama,
Komitmen Kebangsaan dan Toleransi pada Senin, (2/9) mengatakan bahwa tujuan utama moderasi beragama adalah menjaga persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia dalam koridor kebhinekaan.
“Indikator penguat Moderasi beragama antara lain, Komitmen Kebangsaan, Toleransi, Anti Kekerasan dan Penerimaan terhadap tradisi atau budaya lokal,” ujarnya.
Menurutnya, komitmen kebangsaan adalah penerimaan terhadap nilai luhur bangsa seperti Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai warisan leluhur. Kemudian jika toleransi tidak berjalan, maka yang terjadi adalah kekerasan.
Nara sumber lainnya, Kak Siswanta yang menyampaikan materi komitmen kebangsaan, mengajak anggota pramuka harus mencintai tanah air dan bangsa, sekaligus mencintai sesama manusia.
“Karena kita ada pada satu kerangka negara, maka komitmen kebangsaan adalah keterikatan dengan penuh tanggung jawab untuk setia dan menumbuhkan kesadaran diri sebagai bangsa,” tuturnya.
Sedangkan Kak Aini memaparkan pentingnya toleransi,bahwa toleransi itu tidak sekedar menghargai, tetapi memberi ruang orang lain untuk berpendapat.
“Karena moderasi adalah proses, dan hasilnya adalah toleransi. Sehingga toleransi ada ketika dua arah saling memberi dan menerima,” ujarnya.
Kegiatan jambore yang mengusung tema TERAP, akronim dari Terampil, Rajin, Aplikatif, dan Peduli ini merupakan ajang perkemahan besar bagi Pramuka Penggalang dalam bentuk festival yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai pendidikan kepramukaan.
