Dua Bus Listrik Trans Semarang Resmi Beroperasi
SEMARANG[NuansaJateng] – Setelah satu bulan melalui proses uji coba selama pelaksanaan MTQ Nasional XXXI lalu, dua armada bus listrik Trans Semarang resmi beroperasi untuk menjangkau seluruh penumpang di jalur Koridor 1 Mangkang – Penggaron.
Hampir tanpa suara mesin dan asap, bus listrik BRT Koridor 1, resmi dilepas dari halaman Balaikota Semarang oleh Walikota Semarang Agustina Wilujeng, pada peringatan Hari Perhubungan Nasional, Rabu (23/9).
Peluncuran ini menjadi bagian dari target peremajaan 132 unit armada dari total 284 unit pada 2026 untuk mewujudkan layanan transportasi publik yang modern, inklusif, dan ramah lingkungan.
Bus listrik low deck sepanjang 12 meter yang diproduksi melalui kolaborasi PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) dan PT Laksana Bus Manufaktur (Laksana) akan mulai beroperasi secara bertahap pada 25 September 2026 dan ditargetkan beroperasi penuh sebelum akhir tahun.
Upaya mengurangi emisi melalui elektrifikasi juga menyasar moda transportasi lain di Kota Semarang, salah satunya melalui peluncuran taksi listrik.
“Ada peluncuran taksi listrik juga. Ini adalah gerakan lingkungan untuk mengurangi emisi di Kota Semarang,” ujar Agustina.
Bus berkapasitas hingga 80 penumpang tersebut dirancang untuk memudahkan akses penyandang disabilitas dan warga dengan mobilitas terbatas. Tanpa emisi gas buang langsung dan dengan tingkat kebisingan operasional yang lebih rendah, kehadiran bus listrik juga memberi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung penggunaan kendaraan listrik dalam layanan transportasi publik.
“Dulu orang berpikir isi ulangnya di mana, lalu ada kekhawatiran dayanya makin lama makin turun. Dengan menghadirkan bus listrik untuk Trans Semarang, masyarakat bisa melihat langsung keandalannya. Ini momen bagi kita semua untuk beralih ke kendaraan listrik demi menjaga keberlanjutan lingkungan,” tutur Agustina.
Selain menambah armada yang lebih bersih, upaya mengurangi emisi juga dilakukan melalui peremajaan kendaraan lama terutama untuk usia 7 tahun.
Agustina menghimbau masyarakat untuk aktif melaporkan bus operasional yang masih mengeluarkan asap tebal agar dapat segera ditindaklanjuti dalam proses penggantian armada.
“Kalau menghilangkan sekaligus mungkin terlalu ekstrem. Tapi kita kurangi secara bertahap, satu per satu bus beremisi diganti baru, sampai nantinya seluruh armada bersih total. Selamat tinggal, tidak ada lagi cumi – cumi darat,” ujarnya.
Agustina menambahkan, transformasi transportasi publik perlu berjalan melalui penerapan teknologi yang lebih berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup warga.
“Kami berharap transformasi ini memberikan pilihan mobilitas yang lebih baik bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih sehat dan berkelanjutan,” tutur Agustina.
Langkah tersebut mendapat dukungan dari mitra industri nasional yang terlibat dalam penyediaan armada.
Direktur Utama VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, Ardie Bakrie, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Semarang dalam mentransformasi transportasi publik.
“Terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kota Semarang yang memberikan kepercayaan ini. Sebagai industri nasional, VKTR bersama mitra terus berkomitmen mendukung seluruh inisiatif keberlanjutan yang dijalankan di Kota Semarang,” ujar Ardie.
Peringatan Hari Perhubungan Nasional juga menjadi kesempatan bagi Agustina untuk mengajak seluruh jajaran perhubungan menjadikan September sebagai penguat budaya keselamatan transportasi yang terus dijaga sepanjang tahun.
Usai peluncuran, Agustina bersama rombongan menjajal langsung bus listrik tersebut dengan berkeliling di kawasan Balai Kota Semarang. Bus listrik tidak hanya terlihat lebih besar akan tetapi melaju lebih tenang dari sebelumnya. (rs)
