SIG Dorong Bahan Bangunan Rendah Emisi

JAKARTA[NuansaJateng] – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus mendorong penggunaan produk dan solusi bahan bangunan rendah emisi untuk mempercepat penerapan konstruksi berkelanjutan di Indonesia.

Direktur Operasi SIG  Reni Wulandari mengatakan pembangunan gedung dan infrastruktur berkelanjutan tidak cukup hanya dengan menerapkan standar bangunan hijau, tetapi juga perlu didukung pemilihan bahan bangunan yang ramah lingkungan.

”Transisi menuju konstruksi rendah emisi membutuhkan kolaborasi seluruh rantai nilai, sekaligus ketersediaan solusi bahan bangunan untuk berbagai kebutuhan proyek. SIG mengambil peranan dengan menghadirkan inovasi produk dan solusi rendah emisi yang diproduksi dengan bahan baku dan proses yang ramah lingkungan,” ujar Reni dalam Opening Ceremony Indonesia Green Building Festival 2026 di Patrajasa Yudistira Grand Ballroom, Jakarta, Kamis (3/9).

Komitmen tersebut dijalankan SIG melalui kolaborasi dengan Green Building Council Indonesia (GBCI) dalam Indonesia Green Building Festival 2026 yang digelar di lima kota, yakni Bandung, Yogyakarta, Makassar, Denpasar dan Surabaya.

Dalam proses produksinya, SIG menerapkan prinsip ekonomi sirkular melalui pemanfaatan bahan bakar alternatif berupa refuse-derived fuel (RDF) dari sampah perkotaan, limbah industri dan biomassa. Thermal substitution rate (TSR) pabrik-pabrik SIG saat ini telah mencapai 25%.

SIG juga mengembangkan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), antara lain melalui pemasangan panel surya dan Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) untuk mengoptimalkan gas panas buang sekaligus menekan emisi karbon.

Upaya efisiensi produksi turut dilakukan melalui plant digitalization dan penggunaan plant optimizer di sejumlah pabrik. Berbagai langkah tersebut turut mendukung SIG menghasilkan semen hijau dengan intensitas emisi hingga 38 persen lebih rendah dibandingkan semen konvensional.

Selain semen hijau yang telah memperoleh sertifikasi Green Label, SIG juga menghadirkan berbagai solusi beton inovatif, seperti ThruCrete, SpeedCrete, DekoCrete dan paving block berpori.

SIG juga memperluas inovasi melalui Bata Interlock Presisi yang menggunakan mekanisme saling mengunci antarbalok. Produk turunan semen hijau tersebut dirancang untuk menghadirkan konstruksi yang lebih cepat, efisien, kokoh, ramah gempa dan tahan api.

Reni menambahkan, keberlanjutan kini menjadi kebutuhan penting sekaligus bagian dari strategi bisnis SIG di tengah persaingan industri bahan bangunan.

“Produk-produk SIG juga telah tersertifikasi SNI dan mengandung komponen dalam negeri (TKDN) tinggi lebih dari 90 persen. Dengan semua keunggulan yang dimiliki, produk SIG memiliki daya saing di level nasional bahkan global,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *