Polda Jateng Luncurkan Program “Peduli Berantas TB Paru”
SEMARANG[NuansaJateng] – Polda Jawa Tengah menghadirkan inovasi program bertajuk “Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru”sebagai bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat penanganan penyakit menular, khususnya tuberkulosis (TB), di wilayah Jawa Tengah.
Kabiddokkes Polda Jateng Kombes Pol Agung Hadi Wijanarko mengatakan program ini dilatarbelakangi tingginya angka kasus TB di Indonesia yang masih menjadi perhatian serius.
“Berdasarkan data nasional, Indonesia menempati posisi kedua tertinggi di dunia setelah India dengan jumlah penderita TB aktif mencapai sekitar 1 juta jiwa. Indonesia juga menyumbang sekitar 10 persen dari total kasus TB dunia,” ujarnya, Sabtu (23/5).
Dia menambahkan, tingkat keberhasilan pengobatan TB di Indonesia saat ini berada di angka 8%. Sementara itu, cakupan tracing atau penemuan kasus baru masih sekitar 77%, sehingga diperlukan penguatan melalui kolaborasi lintas sektor.
“Angka tersebut menunjukkan masih perlunya peningkatan peran berbagai pihak untuk mempercepat penanganan TB,” tuturnya.
Berdasarkan data Situasi Tuberkulosis Indonesia 2025, Jawa Tengah tercatat sebagai provinsi dengan kasus TB paru tertinggi ketiga di Indonesia, mencapai 105.428 kasus. Angka ini berada di bawah Jawa Barat dengan 150.000 kasus dan Jawa Timur sebanyak 120.000 kasus.
Untuk 2026, lima daerah dengan kasus TB paru aktif tertinggi di Jawa Tengah meliputi Kabupaten Brebes sebanyak 8.291 kasus, Kabupaten Banyumas 7.517 kasus, Kabupaten Tegal 6.750 kasus, Kota Semarang 6.390 kasus, serta Kabupaten Cilacap sebanyak 6.261 kasus.
Sebagai langkah konkret, Polda Jateng menjalankan sejumlah kegiatan strategis melalui program tersebut, di antaranya adalah pelatihan tracer TB bagi Bhabinkamtibmas serta pelaksanaan tracing terhadap kontak erat penderita TB paru.
Selain itu, dilakukan pula peluncuran buku saku pedoman bagi Bhabinkamtibmas sebagai tracer TB, penyediaan KIT TB Paru, hingga pengoperasian mobil dan motor untuk menjemput pasien guna mempermudah akses layanan kesehatan.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menambahkan, keterlibatan Polri dalam program ini merupakan bentuk kepedulian institusi terhadap kesehatan masyarakat sekaligus penguatan pendekatan preventif dan humanis.
“Program ini merupakan bentuk kolaborasi dalam mendukung eliminasi TB di Indonesia. Kami mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas untuk menemukan kasus lebih dini, memberikan edukasi, serta memastikan pasien mendapatkan pengobatan yang tepat,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan penanganan TB tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan saja, melainkan membutuhkan sinergi dari seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait.
“Melalui kerja sama lintas sektor, kami berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya TB semakin meningkat, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan angka penularan bisa ditekan,” tuturnya.
Dia juga menegaskan, bahwa Polda Jateng terus berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui program-program yang menyentuh langsung kebutuhan publik.
“Penanganan TB paru bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat. Kami mendukung penuh langkah Biddokkes bersama stakeholder dalam memperkuat edukasi, tracing, dan pelayanan kesehatan,” ujarnya. (rs)
