13 KA Gunakan Jalur Memutar Imbas Anjloknya KA Bangunkarta di Jalur Bumiayu

SEMARANG[NuansaJateng]  –  Langkah antisipatif dan koordinatif segera dilakukan menyusul adanya perubahan pola operasi perjalanan kereta api jalur selatan yang memutar melalui jalur utara Jawa. Sebagai dampak dari terjadinya Rintang Jalan (Rinja) di Emplasemen Stasiun Bumiayu, wilayah Daop 5 Purwokerto, Senin (6/4).

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan KA di wilayah Daop 4.

“KAI Daop 4 Semarang telah melakukan pemberitahuan secara intensif kepada seluruh jajaran operasional di stasiun, petugas pengatur perjalanan kereta api, serta penjaga perlintasan sebidang terkait adanya perubahan pola operasi perjalanan KA yang memutar melalui jalur utara,” ujar Luqman.

Menurutnya, lintas yang digunakan untuk perjalanan memutar tersebut meliputi lintas Cirebon – Tegal – Semarang Tawang – Brumbung – Gundih – Solo, serta sebaliknya dari Solo – Gundih – Brumbung – Semarang Tawang – Tegal – Cirebon.

“Dengan kondisi saat ini per Senin (6/4) pukul 16.30 WIB, sejumlah perjalanan kereta api pada lintas selatan akan memutar melalui jalur utara Jawa. Namun demikian, untuk KA keberangkatan dari wilayah Daop 4 Semarang tidak mengalami perubahan jadwal keberangkatan,” tuturnya.

Dia menamabahkan, KAI Daop 4 juga meningkatkan kewaspadaan di titik-titik perlintasan sebidang seiring adanya peningkatan frekuensi perjalanan KA akibat pola operasi memutar.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang. Dengan adanya penambahan frekuensi perjalanan KA di jalur utara, masyarakat diharapkan untuk selalu disiplin, mematuhi rambu-rambu, serta mendahulukan perjalanan kereta api,” ujar Luqman.

KAI Daop 4 Semarang terus berkomitmen untuk menjaga keselamatan, keamanan, dan kelancaran perjalanan kereta api, serta memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap optimal di tengah kondisi yang terjadi.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan dan terus berupaya agar operasional perjalanan KA dapat kembali normal secepatnya,” tuturnya.

KAI Daop 4 Semarang memberikan kemudahan layanan bagi pelanggan yang terdampak, baik yang tetap melanjutkan perjalanan maupun yang memilih untuk tidak meneruskan perjalanan.

“Sebagai bentuk komitmen pelayanan kepada pelanggan, KAI Daop 4 Semarang memberlakukan ketentuan pengembalian bea tiket bagi pelanggan yang terdampak perubahan pola operasi perjalanan ataupun pembatalan kereta api akibat rintang jalan (Rinja),” tutur Luqman.

Adapun ketentuan layanan pengembalian bea tiket bagi pelanggan yang terdampak adalah sebagai berikut:

  1. Batas waktu pengajuan pengembalian bea tiket maksimal 7 hari sejak tanggal kejadian.
  2. Pelanggan yang tidak berkenan melanjutkan perjalanan akibat perubahan pola operasi perjalanan kereta api, seperti perjalanan memutar, pengalihan perjalanan, maupun potensi keterlambatan, dapat melakukan pembatalan tiket dengan pengembalian bea sebesar 100 persen.
  3. Pengembalian bea 100 persen juga berlaku untuk tiket lanjutan atau tiket pulang-pergi (PP) selama tiket tersebut masih berada dalam pengelolaan layanan KAI Group.
  4. Proses pengajuan pengembalian bea dapat dilakukan melalui loket stasiun maupun Contact Center KAI 121.
  5. Pengajuan melalui Contact Center 121 dapat dilakukan melalui layanan telepon maupun VoIP di aplikasi Access by KAI, khusus untuk pelanggan yang memperoleh pengembalian bea 100 persen.
  6. Untuk kereta api yang masuk dalam daftar pembatalan perjalanan (cancel train), pelanggan dapat melakukan pembatalan tiket secara mandiri melalui aplikasi Access by KAI.
  7. Pengembalian dana dilakukan melalui mekanisme transfer ke rekening bank pelanggan.

Adapun daftar perjalanan KA yang mengalami perubahan pola operasi (memutar) sebagai berikut:

  1. KA 256B Jaka Tingkir relasi Pasar Senen – Solo memutar via Cirebon – Semarang – Brumbung – Gundih – Solo.
  2. KA 62B Manahan relasi Gambir – Solo memutar via Prupuk – Tegal – Semarang – Brumbung – Gundih – Solo.
  3. KA 90 Gayabaru Malam Selatan relasi Pasarsenen – Surabaya Gubeng memutar via Prupuk – Tegal – Semarang – Brumbung – Gundih – Solo.
  4. KA 44 Taksaka relasi Gambir – Yogyakarta memutar via Cirebon – Semarang – Brumbung – Gundih – Solo.
  5. KA 47 Taksaka relasi Yogyakarta – Gambir memutar via Yogyakarta – Solo – Gundih – Brumbung – Semarang – Tegal – Cirebon.
  6. KA 162 Bangunkarta relasi Pasarsenen – Jombang memutar via Cirebon – Semarang – Brumbung – Gundih – Solo.
  7. KA 7042 (KA Penumpang Tambahan) relasi Gambir – Surabaya Gubeng memutar via Cirebon – Semarang – Surabaya Pasarturi – Surabaya Gubeng.
  8. KA 8 Bima relasi Gambir – Surabaya Gubeng memutar via Cirebon – Semarang – Brumbung – Gundih – Solo.
  9. KA 251 Jayakarta relasi Surabaya Gubeng – Pasar Senen memutar via Solo – Gundih – Brumbung – Semarang – Cirebon.
  10. KA 252 Jayakarta relasi Pasar Senen – Surabaya Gubeng memutar via Cirebon – Semarang – Surabaya Pasarturi – Surabaya Gubeng.
  11. KA 73B Senja Utama Solo relasi Solo – Pasar Senen memutar via Solo – Gundih – Brumbung – Semarang – Cirebon.
  12. KA 36 Gajayana relasi Gambir – Malang memutar via Cirebon – Semarang – Brumbung – Gundih – Solo.
  13. KA 15 Argo Dwipangga relasi Solo – Gambir memutar via Solo – Gundih – Brumbung – Semarang – Cirebon. (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *