Sido Muncul 2025 Cetak Laba Bersih Tumbuh 5%
JAKARTA[NuansaJateng] – Kinerja PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk masih menunjukkan hasil positif dan mampu mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan pada 2025 di tengah kondisi ekonomi yang masih dalam fase normalisasi.
Perseroan membukukan laba bersih Rp1,23 triliun pada tahun lalu, tumbuh sekitar 4,97% dibandingkan 2024 yang sebesar Rp1,17 triliun. Margin laba bersih sedikit meningkat dari 29,88% menjadi 30,12%.
Hal ini ditopang penjualan yang tumbuh 4% menjadi Rp4,08 triliun. “Bahkan didukung permintaan domestik yang tetap stabil dan pertumbuhan ekspor sebesar 31%,” ujar manajemen Sido Muncul dalam siaran resminya.
Segmen jamu herbal dan suplemen masih menjadi kontributor utama penjualan Sido Muncul pada tahun ini dengan raihan Rp2,49 triliun (61,2%).
Segmen tersebut diikuti segmen makanan dan minuman dengan perolehan Rp1,46 triliun (35,7%), serta segmen farmasi Rp128,27 miliar (3,1%).
Dari segi profitabilitas, marjin laba kotor Sido Muncul memang sedikit merosot, dari 58,7% menjadi 58%, namun marjin laba bersih masih mampu tumbuh dari 29,9% menjadi 30,1%.
Hingga akhir 2025, total aset Sido Muncul tercatat Rp3,7 triliun, dengan kas dan setara kas menyusut signifikan hingga nyaris 50% menjadi Rp462,6 miliar.
“Penurunan dibanding tahun sebelumnya merupakan hasil keputusan alokasi modal yang strategis,” tutur manajemen Sido Mumcul.
Sido Muncul diketahui telah membagikan total dividen Rp1,28 triliun sepanjang 2025, terdiri dari dividen final 2024 sebesar Rp630 dan dividen interim 2025 sebesara Rp647,5 miliar serta buyback senilai Rp192 miliar pada periode Juni-September 2025.
Pada tahun buku 2024, Sido Muncul mengalokasikan 100% laba bersihnya untuk dividen. Jika Perseroan melanjutkan kebijakan ini di tahun buku 2025, maka terdapat potensi dividen naik hingga 7,1% menjadi sekitar Rp41 per lembar.
Penentuan dividen final kemungkinan besar akan dibahas pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS), yang akan digelar pada Kamis 9 April 2026.
