Kereta Uap Rute Ambarawa–Tuntang Mulai Diminati Wisatawan Mancanegara
SEMARANG[NuansaJateng] – Perjalanan kereta uap klasik rute Stasiun Ambarawa–Stasiun Tuntang (PP) kini semakin diminati wisatawan mancanegara.
Wisatawan mancanegara dalam perjalanan menggunakan kereta uap tersebut, mendapatkan pengalaman wisata berbasis heritage yang unik.
Mereka antusias menaiki kereta uap yang melintasi hamparan hijau dan panorama Danau Rawa Pening yang asri. Perjalanan pulang–pergi Ambarawa-Tuntang berdurasi sekitar satu jam ini menghadirkan suasana nostalgia sekaligus ketenangan, menjadi pilihan liburan yang berbeda dan berkesan.
Setibanya di Stasiun Tuntang, wisatawan disambut dengan suasana lokal yang hangat. Wisatawan dapat menikmati aneka kuliner tradisional seperti jamu segar dan bubur hangat, menyaksikan tarian daerah, hingga berfoto di berbagai spot instagrammable.
Selain itu, di kawasan Stasiun Tuntang disediakan wisata perahu untuk wisatawan.
Pengalaman tersebut juga dirasakan oleh wisatawan asal Inggris yang mengaku terkesan dengan suasana perjalanan kereta uap Ambarawa–Tuntang.
“For sure, it was fantastic, really good! This is my first time in Indonesia,” ujarnya.
Senada pasangan wisatawan asal Hong Kong dan Australia merasa menikmati perjalanan bersama di kereta uap klasik ini.
“The ride on the train was really great fun and very authentic. We’ve done similar rides in other countries, but these carriages are in much better condition,” tuturnya.
VP Corporate Secretary KAI Wisata Otnial Eko Pamiarso mengatakan perjalanan dengan kereta uap Ambarawa–Tuntang menghadirkan memori, edukasi, dan kebanggaan terhadap warisan perkeretaapian Indonesia.
“Antusiasme wisatawan mancanegara menunjukkan bahwa apa yang dikelola KAI Wisata memiliki daya saing global,” ujarnya.
Corporate Branding & Communication KAI Wisata Riesta Junianti menambahkan, rute Ambarawa–Tuntang sebagai destinasi paket lengkap.
“Ada sejarah, alam, budaya, dan pengalaman yang menyentuh sisi emosional, menjadi bentuk storytelling nyata tentang Indonesia yang ramah, kaya makna, dan layak dikunjungi wisatawan dunia,” tuturnya. (rs)
