Luncurkan FED, Pemprov Jateng Komitmen Percepat Transisi Energi

KUDUS[NuansaJateng] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan komitmennya dalam mempercepat transisi energy, dengan dibuktikan peluncurkan Forum Energi Daerah (FED), sebagai wadah koordinasi lintas sektor dalam perumusan kebijakan dan implementasi energi bersih di Jawa Tengah.

Kegiatan itu dihadiri 80 peserta luring dan 100 peserta daring. Antara lain OPD Pemprov Jateng berkait sektor energi, pemerintah kabupaten/ kota, Perguruan Tinggi, BUMN/BUMD, jasa keuangan, badan usaha pengguna energi baru terbarukan, media dan asosiasi, serta NGO. Peluncuran berlangsung di Djarum Oasis Kretek Factory Kudus, Kamis (4/12).

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, Agus Sugiharto mengatakan kegiatan kali ini pihaknya berkolaborasi dengan Institut for Essential Services Reform (IESR) dan Djarum Oasis Kretek Factory.

“Kolaborasi ini mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah, lembaga think tank, dunia usaha serta pemangku kepentingan lainnya, dalam mendukung percepatan transisi energi dan pemanfaatan energi bersih di Jawa Tengah,” ujar Agus.

Dia menambahkan, tujuan dari FED di antaranya untuk membangun komitmen bersama antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, dan mitra pembangunan dalam mempercepat transisi energi. Juga menyampaikan arah kebijakan, roadmap, dan rencana lerja FED, termasuk struktur kelembagaan dan tugas masing-masing kelompok kerja.

Selain itu, mendorong sinergi program antara sektor publik dan swasta dalam pengembangan energi baru terbarukan, dan upaya penurunan emisi.

“Bahkan juga menyebarluaskan praktik baik dari sektor industri, lembaga riset, dan pemerintah daerah dalam penerapan efesiensi energi, konservasi energi, dan penggunaan energi bersih,” tuturnya.

Menurutnya, FED merupakan ruang kolaborasi strategis yang dirancang untuk memperkuat ketahanan energi daerah. Selain itu, upaya mempercepat implementasi energi bersih di Jawa Tengah.

“Dengan demikian, peran aktif seluruh Pokja dan didukung oleh komitmen pemangku kepentingan, akan menjadi kunci keberhasilan transformasi energi yang inklusif, inovatif, dan keberlanjutan,” ujarnya.

Terkait dengan pemilihan lokasi acara launching, tutur Agus, Djarum Oasis Kretek Factory telah melakukan penerapan prinsip keberlanjutan di kawasan industri tersebut.

“Ada lebih dari 80 hektare lahan Djarum Oasis, dengan 50 persen merupakan penerapan green landscape atau area hijau. Kami harapkan ini bisa menjadi contoh industri yang lain di Jawa Tengah,” tuturnya.

Sustainable Energy Access Program Manager – IESR, Marlistya Citraningrum, mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam berkomitmen melakukan percepatan transisi energi.

“Kami sangat mengapresiasi adanya launching FED ini. Dan kami juga membuat rekomendasi, agar forum ini bisa lebih operasional,” ujarnya.

Bahkan Marlistya menegaskan, Jawa Tengah mampu menjadi provinsi pionir dalam penggunaan energi baru terbarukan.

“PLTS panel surya yang paling mudah digunakan. Karena potensi di Jawa Tengah sangat besar, jadi setiap rumah, bangunan, dan perusahaan, bisa mudah menggunakan,” tuturnya.

Sementara itu, Senior Manager Public Affairs PT Djarum, Purwono Nugroho mengatakan Djarum sejalan dengan pemerintah untuk berkomitmen transisi energi yang bersih dan terbarukan.

“Ada energi biogas yang berasal dari sampah organik. Ada juga pengolahan sampah organik, salah satunya ikut membantu pengolahan sampah di Kudus. Itu diolah jadi kompos, dan manfaatnya dikembalikan lagi ke masyarakat,” ujarnya.

Purwo berharap, dengan adanya FED, mampu menjadi ruang sharing para anggotanya untuk mempercepat transisi energi.

“Dengan adanya forum ini bisa memperkuat kerja sama dalam percepatan transisi energi,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *