Sido Muncul Gandeng IDI Dorong Transformasi Dan Khasiat Jamu
BANDUNG[NuansaJateng] – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) serta Rumah Sakit Unggul Karsa Medika menggelar seminar kesehatan pemanfaatan obat tradisional, di RS Unggul Karsa Medika, Bandung, Sabtu (18/1)
Seminar yang mengusung tema “Peran Dokter pada Transformasi Jamu dalam Dunia Kedokteran sebagai Jembatan Menuju Kesehatan Holistik di Era Modern” itu diikuti oleh 100 peserta dari kalangan dokter secara luring dan daring.
Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk upaya untuk mengurangi obat-obatan impor. Apalagi, Indonesia dikenal dengan kekayaan sumber daya alam hayati yang melimpah.
Selain itu, tutur Irwan, melalui seminar ini, dia memiliki kesempatan untuk menjelaskan kepada 150 dokter yang ikut seminar bagaimana Sido Muncul memproduksi dan melakukan standarisasi terhadap semua akan produknya.
“Tujuan kami memperkenalkan jamu pada dokter bahwa kita diberi sumber hayati yang banyak oleh Tuhan, pasti ada maksud dan tujuan. Sido Muncul melakukan standarisasi yang benar,” ujar Irwan.
Pada kesempatan yang sama, Sido Muncul juga meresmikan Kios Sehat Sido Muncul di RS Unggul Karsa Medika Bandung.
Kehadiran Kios Sehat Sido Muncul merupakan wujud inovasi yang bertujuan untuk memperkenalkan obat herbal kepada masyarakat.
Irwan menuturkan, Gerai Sehat Sido Muncul merupakan wujud terobosan untuk mendukung pasien mendapatkan kesembuhan.
“Ini sebagai terobosan untuk masuk ke rumah sakit secara formal. Kami masuk supaya pasien bisa menentukan alternatif pengobatannya sendiri. Produk-produk yang hadir di gerai juga sudah melewati berbagai tahapan penelitian, serta kualitas produksinya terus dijaga sesuai dengan standar yang berlaku sehingga bisa masuk ke rumah sakit,” tutur Irwan.
Gerai Sehat Sido Muncul di Rumah Sakit Unggul Karsa Medika merupakan bentuk kerja sama ke-8 antara rumah sakit dan Sido Muncul, Sebelumnya, Sido Muncul telah melakukan dengan sejumlah rumah sakit lain, di antaranya RS Panti Wilasa Semarang, RSUD Bung Karno Solo, RS Banyumanik Semarang, RSUD Bali Mandara, RS Ari Canti Ubud Gianyar Bali dan RS Islam Jakarta Cempaka Putih serta RS UKRIDA Jakarta.
“Gerai Sehat Sido Muncul ini sebagai terobosan untuk masuk ke rumah sakit secara formal. Kami masuk supaya pasien bisa menentukan alternatif pengobatannya sendiri,” ujar Irwan.
Irwan menambahkan, produk-produk yang hadir di kios tersebut sudah melewati dan berbagai tahapan penelitian, serta kualitas produksinya terus dijaga sesuai dengan standar yang berlaku sehingga bisa masuk ke rumah sakit.
Di juga berharap dengan adanya kerja sama yang dilakukan, obat herbal bisa menjadi pendamping atau pendukung layanan kesehatan formal.
Sementara itu, Ketua IDI Wilayah Jawa Barat dr M Luthfi SpPD SubSp HOM (K), FINASIM MMRS, FISqua mengatakan IDI Jabar mendukung transformasi obat herbal dalam pengobatan di dunia kesehatan modern.
“Pengobatan modern ini diklasifikasikan dalam 3 kategori yaitu herbal, jamu, dan fitofarmaka. Tiga hal ini bisa memanfaatkan suplemen dan pendampingan obat-obat yang kita gunakan di kesehatan modern,” tutur dr Luthfi.
dr Lutfhi menyebut jika pengobatan modern di dampingi oleh pengobatan herbal ini aturannya sudah berjalan. Namun untuk pelaksanaanya di fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan memang belum dilakukan.
“Salah satu agenda hari ini kami sosialisasikan kepda dokter,” ujarnya.
Kepala Puskesmas Kabupaten Bandung, dr Asep Suhandi yang mengikuti seminar ini menuturkan, bisa mendapatkan wawasan baru temtang kombinasi jamu dari Sido Muncul.
“Ini bisa jadi kolaborasi yang apik antara obat kimia dan jamu. Apalagi obat kimia juga bisa berefek ke ginjal yang berat,” tutur dr Asep.
Menurutnya, tidak menutup kemungkinan jika jamu bisa bermanfaat dan bisa jadi tolak ukut di era baru ini.
