Polda Jateng Luncurkan Program Peduli CTEV, Anak Dapat Penanganan Gratis
SEMARANG[NuansaJateng] – Polda Jateng meluncurkan Program Polda Jateng Peduli CTEV sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak yang mengalami kelainan kaki bawaan sejak lahir.
Program tersebut resmi diluncurkan Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Kamis (13/8). Program ini ditujukan untuk memperluas akses penanganan bagi anak dengan Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) secara gratis sekaligus mencegah risiko kecacatan permanen.
Dalam pelaksanaannya, Polda Jateng menggandeng Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Muhammadiyah, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, tenaga medis, serta sejumlah rumah sakit di Jawa Tengah.
Pendekatan yang digunakan mengadopsi metode active case finding yang sebelumnya diterapkan Polda Jateng melalui program TOSS TB. Kali ini, jaringan Bhabinkamtibmas akan diperkuat untuk membantu menemukan kasus CTEV di tengah masyarakat.
Kapolda mengatakan keterlibatan Bhabinkamtibmas menjadi salah satu kunci keberhasilan program karena polisi memiliki jaringan hingga tingkat RT, RW, dan dusun.
“Seluruh Bhabinkamtibmas di wilayah Jawa Tengah nantinya menjadi ujung tombak dalam membantu menemukan anak-anak yang mengalami kelainan kaki bawaan lahir. Mereka akan berkolaborasi dengan jajaran kesehatan di daerah untuk melakukan deteksi dini, edukasi, pendampingan hingga menghubungkan pasien dengan layanan penanganan yang tersedia,” ujarnya.
Dia meminta seluruh Kapolres segera menindaklanjuti program tersebut dengan memberikan pembekalan kepada Bhabinkamtibmas.
“Para Kapolres, setelah ini segera menginstruksikan Bhabinkamtibmas. Mereka dilatih dengan Kasidokkes, dan akan diturunkan ke saudara-saudara kita di daerah,” tuturnya.
Menurutnya, pengalaman Polda Jateng dalam menjalankan program TOSS TB menunjukkan bahwa penemuan kasus secara aktif dapat membantu memperluas jangkauan pelayanan kesehatan.
Karena itu, dia meminta jajaran Kepolisian segera bergerak setelah para Bhabinkamtibmas mendapatkan pelatihan dan pembekalan.
“Minggu depan para Bhabin sudah turun ke bawah. Alhamdulillah polisi adalah salah satu organisasi yang mempunyai jaringan ke bawah cukup lengkap. Saya yakin polanya segera paten, agar kegiatan bisa terakselerasi baik,” tuturnya.
CTEV atau Congenital Talipes Equinovarus merupakan kelainan bawaan sejak lahir yang menyebabkan posisi kaki anak tidak normal. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan sedini mungkin agar tidak berkembang menjadi kecacatan permanen.
Berdasarkan data yang disampaikan Biddokkes Polda Jateng, terdapat sekitar 1.800 anak dengan kasus CTEV di Jawa Tengah pada 2025.
Dua rumah sakit seperti, Rumah Sakit Bhayangkara maupun rumah sakit Muhammadiyah-Aisyiyah di Jawa Tengah, akan menjadi rujukan anak yang mengalami kelainan tersebut.
Penanganan diberikan secara gratis, termasuk dukungan berupa sepatu khusus bagi anak yang membutuhkan.
Program ini juga melibatkan dokter spesialis, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial untuk memperkuat seluruh tahapan, mulai dari penemuan kasus, skrining, penanganan, hingga rehabilitasi.
Kapolda mengajak masyarakat ikut berperan aktif menemukan anak-anak yang mengalami kelainan kaki bawaan lahir.
Masyarakat yang mengetahui adanya anak dengan kondisi tersebut dapat melaporkannya melalui layanan Polisi 110 atau menghubungi Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing.
“Bagi masyarakat yang mengetahui atau memiliki keluarga yang mengalami kelainan kaki bawaan lahir, silakan segera menghubungi layanan Polisi 110 atau Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing,” ujar Kapolda.
Menurutnya, laporan masyarakat selanjutnya akan ditindaklanjuti bersama fasilitas kesehatan Muhammadiyah dan rumah sakit yang telah bekerja sama dengan Polda Jateng.
“Nanti akan kita tindak lanjuti bersama-sama dengan fasilitas kesehatan Muhammadiyah dan rumah sakit yang telah bekerja sama, sehingga anak-anak tersebut bisa mendapatkan pemeriksaan dan penanganan secara gratis termasuk mendapatkan sepatu khusus secara gratis juga,” ujarnya.
Dia menegaskan masyarakat tidak perlu ragu menyampaikan informasi mengenai anak yang membutuhkan penanganan CTEV.
“Jangan sampai ada anak yang sebenarnya bisa ditangani tetapi tidak mendapatkan pelayanan karena keterbatasan informasi atau akses. Mari bersama-sama kita temukan, kita dampingi, dan kita berikan penanganan yang terbaik agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” tuturnya.
Wakil Ketua I MPKU Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr dr Fachmi Idris MKes mengapresiasi langkah Polda Jateng melalui Program Peduli CTEV.
Menurut Fachmi, pengalaman Polda Jateng dalam menjalankan active case finding melalui program TOSS TB dapat menjadi model dalam mempercepat penemuan anak dengan kelainan kaki bawaan lahir.
“Melalui peran Bhabinkamtibmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, deteksi dini, edukasi, pendampingan dan rujukan diharapkan dapat diperkuat sehingga semakin banyak anak memperoleh penanganan sejak dini dan terhindar dari dampak kecacatan jangka panjang,” ujar Fachmi.
Program Polda Jateng Peduli CTEV diharapkan menjadi bentuk kolaborasi lintas sektor yang mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat paling bawah.
Kapolda menambahkan, Polda Jateng terbuka untuk terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak dalam program sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dia berharap Program Polda Jateng Peduli CTEV dapat membuka akses yang lebih luas bagi anak-anak dengan kelainan kaki bawaan lahir untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan sejak dini, sehingga mereka memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal. (rs)
