Pembangunan Mental Spiritual dan Fisik Perlu Keseimbangan

SEMARANG[NuansaJateng] – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengatakan pembangunan mental spiritual dan fisik perlu diseimbangkan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Peringatan Isra Mikraj dan sholawatan ini, kita selenggarakan untuk mengingatkan semua akan pentingnya keseimbangan pembangunan mental spiritual dan pembangunan fisik di Jawa Tengah,” ujar Nana saat acara Jateng Bersholawat dalam rangka peringatan Isra Mikraj 1446 Hijriah/2025 Masehi di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (3/2) malam.

Sebagaimana informasi, peristiwa Isra Mikraj adalah momentum turunnya perintah ibadah salat lima waktu bagi umat muslim. Di dalamnya terdapat nilai-nilai fundamental yang bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Seperti kedisiplinan, kebersihan, konsentrasi, sugesti kebaikan melalui doa yang baik, serta kebersamaan saat salat berjemaah.

“Salat mewajibkan umat Islam untuk bersuci selama lima kali sehari secara fisik. Lalu saat beribadah salat, kebersihan fisik itu bertransformasi dengan kebersihan hati. Fokus dan khidmat juga sangat baik untuk kita implementasikan dalam keseharian kita,” tutur Nana.

Dalam kaitannya dengan pembangunan Jawa Tengah, lanjutnya, nilai-nilai tersebut bertransformasi dalam bentuk gotong royong seluruh elemen masyarakat. Sinergi yang baik antara pemerintah, stakeholder, dan seluruh masyarakat akan berdampak pada perkembangan positif dalam berbagai aspek.

Dia mencontohkan, ekonomi Jawa Tengah pada Triwulan III/2024 tumbuh 4,93% pada year on year (Y-on-Y). Inflasi Jateng pada Desember juga terjaga pada angka 1,67% (YoY). Bahkan, angka kemiskinan Jawa Tengah yang turun dari 10,47% pada Maret 2024 menjadi 9,58% pada September 2024.

Capaian lainnya adalah penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) dari 5,13% pada 2023 menjadi 4,78% pada 2024. Prevalensi stunting juga secara bertahap menurun.

“Kita harapkan kemiskinan di Jateng mampu terus kita tekan,” ujar Nana.

Dalam acara Jateng Berholawat tersebut, juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah  Provinsi Jateng Sumarno, perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan daerah (Forkopimda) Jateng, Gus Azmi, Habib Muhammad bin Fasid Al Muthohar, para kiai dan ulama, serta ribuan masyarakat dari berbagai daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *