Kawal Pembangunan Daerah, Inspektorat Jateng Luncurkan Tagline Terbaru
SEMARANG[NuansaJateng] – Inspektorat Provinsi Jawa Tengah kini memiliki tagline anyar yakni Inspektorat Mengawal, Kolaboratif & Berdampak. Melalui semboyan yang selaras dengan “Ngopeni lan Nglakoni Jateng”, inspektorat berkomitmen melakukan pendampingan, kerja sama antar stakeholder yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.
Inspektur Provinsi Jawa Tengah Dhoni Widianto mengatakan peluncuran tagline baru tersebut, bertepatan pada acara Sekolah Antikorupsi yang diikuti 7.810 kepala desa, di GOR Jatidiri, yang dipimpin Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, awal pekan ini.
Dhoni menambahkan, inspektorat membuka akses informasi terhadap upaya pencegahan korupsi dan bagaimana tata kelola keuangan pemerintah yang baik, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten hingga pelosok desa.
Hal itu, lanjutnya, bertujuan, agar saat menjalankan tugas, pimpinan daerah mampu berjalan sesuai visi dan misi yang telah digariskan, sehingga, mampu mewujudkan pemerintahan yang efektif dan efisien dalam mencapai apa yang telah direncanakan.
“Inilah yang disebut dengan mengawal. Yakni dengan mendampingi terhadap pencapaian visi dan misi yang telah ditetapkan oleh kepala daerah dalam hal ini gubernur dan wakil gubernur. Sehingga tujuan dapat tercapai secara efektif, efisien dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya, Kamis (1/5).
Selanjutnya, ada unsur kolaboratif. Menurutnya, kolaborasi itu penting agar peran pengawasan dan pencegahan korupsi berjalan. Beberapa unsur dilibatkan seperti Kementerian, KPK, BPKP, Ombusdman, APH, Pemerintah Daerah lainnya, dunia usaha, akademisi dan komponen masyarakat.
“Berdampak. Artinya hasil pengawasan dan kolaborasi yang dilakukan oleh inspektorat membawa dampak positif dalam mencapai visi misi kepala daerah untuk kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Dhoni menuturkan, tagline baru Inspektorat Jateng dapat menjadi inspirasi bagi inspektorat di level kabupaten. Ini karena, pengawasan dan pencegahan korupsi juga dapat diterapkan di tingkat kabupaten hingga pedesaan.
Menurutnya, selama ini inspektorat telah banyak memberi informasi terkait tata kelola keuangan yang baik. Oleh karenanya, ia meminta kepala daerah mulai dari gubernur, bupati hingga kepala desa, menjadikan inspektorat sebagai kawan konsultasi.
“Para kades juga diminta pro aktif jemput bola bilamana merasa ragu terkait pengelolaan anggaran di desa, silakan konsultasi dengan inspektorat (tingkat kabupaten atau provinsi) Jangan tunggu sampai ada audit,” ujarnya.
Oleh karenanya, dia berharap agar tagline baru inspektorat Jateng berdampak pada tata kelola keuangan daerah yang baik. Dengan demikian, hal tersebut dapat meminimalisir potensi korupsi. (rs)
