Investor China Membutuhkan SDM Jateng Untuk Kembangkan Usaha

SEMARANG[NuansaJateng] – Tingginya minat investor dari negara Tiongkok untuk mengembangkan sayap bisnisnya di sejumlah kawasan di Jawa Tengah mendorong pemerintah negara tirai bambu ini untuk meningkatkan kerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Tengah.

CEO Belt and Road Chinese Center (BRCC),
Beby Millian Kusuma mengatakan program investasi itu tentu membutuhkan dukungan sumberdaya manusia (SDM) lokal yang tidak sedikit jumlahnya.

BRCC merupakan sebuah NGO yang bergerak di bidang pengembangan budaya, bahasa dan pendidikan dan menjadi mitra Kementerian Pendidikan negara Tiongkok.

“Wilayah Jateng menjadi salah satu tujuan investor China untuk mengembangkan usahanya, karena itu BRCC berupaya menjadi jembatan agar SDM di sini dapat mendukung investasi itu, penyiapan SDM mesti dimulai dari sektor pendidikan,” ujar Beby Millian Kusuma usai pembukaan Educatioan dan Job Fair yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng di aula Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Senin (14/4).

Menurutnya, untuk itu BRCC menjalin kerja sama dengan PWNU Jateng yang secara massif menyiapkan generasi mudanya untuk membangun masa depan bangsa melalui berbagai lembaga pendidikan yang dikelolanya.

Kerja sama itu, lanjutnya, diawali dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) PWNU Jateng dengan 39 perguruan tinggi dari Tiongkok yang dilaksanakan ditengah berlangsungnya Education dan Job Fair.

“Selain faktor-faktor itu, dipilihnya NU Jateng karena China dengan Jawa Tengah memiliki ikatan sejarah masa lalu yang erat yang ditandai dengan mendaratnya Laksamana Cheng Ho di Semarang beberapa abad lalu,” tuturnya.

Ketua PWNU Jateng KH Abdul Ghaffar Rozin menuturkan, program kerja sama ini merupakan bagian dari misi strategis PWNU Jateng dalam membuka akses pendidikan dan pelatihan bagi para guru, pelajar dan santri NU.

Kerja sama yang tertuang dalam MOU ini difokuskan pada agenda pertukaran guru dan pelajar, bea siswa studi ke China dan student camp untuk peningkatan kapasitas.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap langkah strategis yang diambil NU Jateng dalam pengembangan pendidikan dan menggandeng potensi yang ada di negeri China.

“Pelibatan potensi global dalam upaya meningkatkan SDM sebagaimana yang ditempuh PWNU Jateng sekarang ini selaras dengan visi kita dalam upaya membangun SDM unggul,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *