Jelang Pembukaan MTQ XXXI, Polrestabes Semarang Siapkan 6.350 Personel
SEMARANG[NuansaJateng] – Polrestabes Semarang bersama TNI, pemerintah daerah, dan sejumlah instansi terkait memperketat persiapan pengamanan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Jawa Tengah.
Sebanyak 6.350 personel gabungan disiapkan untuk mengawal seluruh rangkaian kegiatan yang berpusat di kawasan Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang.
Pembukaan MTQ XXXI akan berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026. Ribuan masyarakat dan kafilah dari berbagai daerah diperkirakan memadati kawasan Simpang Lima sehingga Polrestabes Semarang menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mencegah kepadatan kendaraan.
Rekayasa Lalu Lintas
Kasihumas Polrestabes Semarang Kompol Riki Fahmi Mubarok, mengatakan petugas akan mulai menerapkan rekayasa lalu lintas pada pukul 16.00 WIB.
Petugas akan menyesuaikan rekayasa berdasarkan kondisi arus kendaraan. Polisi dapat melakukan pengaturan, pengalihan, hingga penutupan sementara apabila kepadatan meningkat di sekitar Simpang Lima.
“Rekayasa lalu lintas akan kami berlakukan mulai pukul 16.00 WIB pada saat pembukaan. Pelaksanaannya akan melihat situasi di lapangan. Apabila terjadi kepadatan, petugas akan melakukan pengalihan arus secara situasional sehingga pergerakan kendaraan tetap dapat berjalan dan tidak terjadi penumpukan di sekitar Simpang Lima,” ujar Kompol Riki.
Polisi akan mengatur sejumlah akses menuju kawasan Simpang Lima. Arus kendaraan dari arah Bangkong menuju Tugu Muda dapat ditutup di sekitar Perempatan RRI ketika kondisi lalu lintas membutuhkan pengalihan.
Sementara itu, kendaraan dari arah Tugu Muda menuju Bangkong dapat mengikuti pengalihan melalui kawasan Simpang KFC Pandanaran serta Simpang Pandanaran 1 dan 2.
Petugas juga akan mengatur arus kendaraan dari Jalan Pangeran Diponegoro melalui kawasan Kusuma Wardani dan Air Mancur Jalan Pahlawan.
Untuk kendaraan yang hendak keluar dari kawasan terdampak rekayasa, petugas akan mengarahkan arus menuju Jalan Gajah Mada maupun Jalan Pahlawan sisi Air Mancur sebelah timur.
Polrestabes Semarang meminta masyarakat yang hendak menyaksikan pembukaan MTQ XXXI tidak memaksakan kendaraan masuk hingga kawasan Simpang Lima.
Petugas telah menyiapkan sejumlah kantong parkir. Masyarakat dapat memarkir kendaraan di lokasi yang telah ditentukan kemudian melanjutkan perjalanan menuju lokasi acara dengan berjalan kaki atau menggunakan akses yang tersedia.
Pengendara roda dua dapat memanfaatkan akses Jalan Pandanaran dengan kantong parkir di kawasan Plaza Baiturrahman. Masyarakat juga dapat menggunakan akses dari belakang Kampung Kali menuju kantong parkir di belakang Ciputra.
Untuk kendaraan roda empat, sejumlah kantong parkir tersedia di kawasan Kantor Gubernur, belakang Taman Indonesia Kaya, Jalan Imam Barjo, Stadion Diponegoro, serta sejumlah lokasi lain yang telah ditentukan.
Sementara itu, petugas akan mengarahkan rombongan bus menuju kantong parkir di kawasan Wonodri dan TBRS.
“Yang paling penting, masyarakat agar mengatur waktu perjalanan dan tidak menunggu sampai mendekati waktu dimulainya acara. Gunakan kantong parkir yang telah disiapkan dan ikuti arahan petugas di lapangan,” tutur Kompol Riki.
Polrestabes Semarang juga memberikan perhatian khusus terhadap kendaraan yang membawa kafilah. Petugas mengatur waktu dan lokasi penurunan penumpang agar aktivitas dropping tidak mengganggu arus kendaraan.
Sebelum pukul 16.00 WIB, kendaraan kafilah masih dapat melakukan dropping di kawasan Simpang Lima. Setelah rekayasa lalu lintas berlaku, petugas akan mengarahkan dropping ke titik yang telah ditentukan.
Lokasi dropping tersebut di antaranya kawasan Jalan Pahlawan sebelum air mancur serta area sekitar depan Kebun Binatang atau kawasan DPRD.
Polisi juga akan menerapkan pengaturan lalu lintas secara situasional selama rangkaian MTQ XXXI berlangsung. Petugas akan menyesuaikan rekayasa berdasarkan kepadatan kendaraan dan perkembangan kegiatan.
“Rekayasa ini bukan berarti seluruh ruas akan tutup sepanjang waktu. Petugas akan melihat perkembangan situasi. Apabila arus masih lancar, akan kami lakukan pengaturan. Namun apabila kepadatan meningkat dan pengalihan atau penutupan sementara, petugas akan mengambil langkah tersebut,” tegas Kompol Riki.
Untuk mengamankan seluruh rangkaian MTQ XXXI, Polrestabes Semarang menyiapkan 6.350 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.
Kekuatan tersebut terdiri atas 520 personel TNI, 2.528 personel Polri, 702 personel Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, 1.286 personel Satpol PP Kota Semarang, 429 personel Dinas Perhubunhan Provinsi Jawa Tengah, serta 885 personel Dinas Perhubungan Kota Semarang.
Petugas akan tersebar di berbagai lokasi yang menjadi bagian dari rangkaian MTQ XXXI. Pengamanan mencakup Lapangan Pancasila atau Simpang Lima, Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Balai Kota Semarang, Lapangan Parkir Eks Plaza Gajahmada, hingga sejumlah kampus, gedung pemerintahan, tempat ibadah, dan lokasi kegiatan lainnya.
Petugas juga akan mengamankan kawasan Universitas Negeri Semarang, Studio Kreasi BPVP Kemenaker, Convention Hall MAJT, Aula Masjid Raya Baiturrahman, Rumah Dinas Wali Kota, Auditorium Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, serta sejumlah lokasi kegiatan di lingkungan Dinas Perhubungan dan BPSDMD Jawa Tengah.
Pengamanan juga mencakup Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo, Gedung Prof Soedarto dan Auditorium Imam Bardjo UNDIP, Aula Sasana Widyapraja BPSDMD Jawa Tengah, Kantor Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Tengah, Kota Lama Semarang, hingga wilayah hukum Polrestabes Semarang.
Pawai Ta’aruf mengawali rangkaian MTQ XXXI pada Sabtu, 12 September 2026. Kegiatan tersebut mulai berlangsung pukul 07.00 WIB dengan rute dari Balai Kota Semarang menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Petugas akan menerapkan sistem buka-tutup dan pengalihan arus secara situasional selama rombongan pawai bergerak. Polisi akan menyesuaikan pengaturan dengan posisi dan pergerakan peserta pawai.
Kompol Riki mengajak masyarakat ikut menjaga kelancaran rangkaian MTQ XXXI dengan mematuhi aturan lalu lintas. Ia juga meminta warga mengikuti setiap arahan petugas ketika polisi menerapkan pengalihan arus.
“Kami mohon kerja sama masyarakat. Apabila akan bepergian pada waktu pelaksanaan kegiatan, silakan mengatur waktu dan memilih jalur alternatif. Bagi masyarakat yang menghadiri acara, ikuti petunjuk petugas, gunakan tempat parkir yang tersedia, dan jangan berhenti atau menurunkan penumpang di lokasi yang dapat mengganggu arus,” ujarnya.
Dia juga meminta masyarakat menjaga keselamatan diri dan keluarga selama berada di lokasi kegiatan. Masyarakat dapat segera menghubungi petugas apabila membutuhkan bantuan.
“Kami ingin seluruh rangkaian MTQ XXXI dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman. Keamanan bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi membutuhkan dukungan seluruh masyarakat. Mari bersama-sama menjaga ketertiban lalu lintas sehingga kegiatan keagamaan berskala besar ini dapat berjalan dengan baik tanpa mengganggu aktivitas masyarakat Kota Semarang,” tutur Kompol Riki.
Polrestabes Semarang memastikan personel gabungan akan berjaga di sejumlah titik selama rangkaian MTQ XXXI berlangsung. Polisi mengimbau masyarakat mempersiapkan perjalanan sejak awal, memperhatikan informasi rekayasa lalu lintas, serta mematuhi arahan petugas demi menciptakan kondisi yang aman, tertib, lancar, dan kondusif. (rs)
