FKUB Ajak Tokoh Agama Jaga Kerukunan Umat Beragama Selama Pilkada
SEMARANG[NuansaJateng] – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Tengah mengajak kepada tokoh-tokoh agama tidak melibatkan tempat ibadah, simbol simbol, dan opini keagamaan dalam proses Pilkada
serentak demi menjaga kerukunan
dan toleransi yang selama ini sudah terpelihara dengan baik.
Ketua FKUB Jateng Prof Dr KH Imam Yahya MA mengatakan menjelang pelaksanaan Pilkada serentak yang dijadwalkan akan dilaksanakan Rabu (27/11) mendatang FKUB Jateng menyampaikan pernyataan sikap yang berisi ajakan kepada seluruh masyarakat, tokoh agama dan tokoh politik di Jawa Tengah untuk mendukung Pilkada serentak dalam kondisi aman dan bermartabat.
“Untuk itu FKUB Jateng menyampaikan pernyataan sikap yang berisi tiga poin. Pertama, kepada masyarakat Jawa Tengah, untuk mendukung terlaksananya Pilkada serentak dengan aman dan bermartabat di seluruh daerah di Jawa Tengah ini,” ujar Prof Imam di Semarang, Minggu (24/12).
Menurutnya, salah satu bentuk dukungan itu dengan mendorong warga agar dalam Pilkada serentak ini menggunakan hak konstitusionalnya dengan penuh tanggung jawab alias tidak Golput.
Kedua, kepada seluruh tokoh politik, untuk mendukung Pilkada serentak tanpa politik uang, sehingga dengan tanpa politik uang, masyarakat akan menggunakan hak pilihnya dengan aman dan nyaman.
Ketiga, lanjutnya, kepada semua tokoh tokoh agama di seluruh Jawa Tengah, untuk menjaga kerukunan
dan toleransi dalam pelaksanaan Pilkada serentak 27 Nopember nanti dengan tidak melibatkan tempat ibadah, simbol simbol, dan opini keagamaan dalam proses Pilkada serentak demi menjaga kerukunan dan toleransi.
Dia menambahkan, pernyataan sikap itu diharapkan dapat mengingatkan kepada seluruh pihak agar sebelum dan pada saat pelaksanaan hingga paska Pilkada serentak di Jateng terpanggil untuk bersama – sama menjaga kondusifitas wilayah Jateng.
Karena, lajutnya, mengemukanya berbagai perbedaan di dalam pusaran pesta demokrasi seperti Pilkada serentak yang sebentar lagi akan dilaksanakan ini merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari terutama beda pilihan kontestan yang didukung dan akan dipilih saat berada di bilik suara.
Perbedaan itu, harus disikapi dengan arif dan bijaksana dalam semangat toleransi yang sangat tinggi, selanjutnya paska Pilkada serentak diharapkan semuanya kembali ke masing-masing asal dan kembali menjalani aktifitas sehari-sehari.
“Kami optimis warga Jateng yang sudah terlatih hidup bersama dalam suasana perbedaan mampu mengikuti pilkada dengan baik,” tuturnya.
