Al Qur’an Acuan Untuk Hadapi Tantangan Zaman dan Persoalan Hidup
SAMARINDA[NuansaJateng] – Kitab suci Al Qur’an harus dipelajari secara menyeluruh agar dapat dijadikan acuan untuk menghadapi berbagai tantangan zaman dan menjawab berbagai persoalan kehidupan dengan landasan ajaran yang kuat.
Wakil menteri Agama (Wamenag) Syaiful Rahmat Dasuki mengatakan mempelajari dan mendalami Al Qur’an jangan hanya berhenti pada sisi tilawah, tetapi juga harus pada sisi tajwid, tafsir dan maknanya.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempelajari Al-Qur’an, bukan hanya dari sisi tilawah, tetapi juga tafsir, tajwid, dan maknanya,” ujar Wamenag saat menyampaikan sambutan dalam upacara penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXX 2024 di Samarinda Kalimantan Timur, Minggu (16/9).
Menurutnya, dengan pemahaman yang mendalam terhadap Al-Qur’an, masyarakat akan mampu menghadapi tantangan zaman dan menjawab berbagai persoalan kehidupan dengan landasan ajaran yang kuat, sehingga, lanjutnya, diharapkan nilai-nilai universal yang terkandung dalam Al-Qur’an seperti keadilan, kasih sayang, persaudaraan, dan perdamaian harus senantiasa kita implementasikan dalam masyarakat.
Dia menambahkan, MTQ akan memberikan kontribusi nyata bagi pembentukan generasi yang Qur’ani, yakni generasi yang cerdas secara intelektual, berakhlak mulia, dan berkepribadian Islami.
MTQ, lanjutnya, juga merupakan upaya kita untuk meningkatkan literasi Al-Qur’an di kalangan masyarakat. Membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur’an harus menjadi bagian dari budaya umat Islam.Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) diharapkan terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan MTQ di masa mendatang.
Dalam upacara Penutupan MTQ Nasional XXX yang berlangsung di Gelora Kadrie Oening Samarinda, Minggu (15/9) itu selain dihadiri Wamenag, juga dihadiri Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhajir Effendi,Ketua Umum LPTQ Nasional, Kamarudin Amin, Ketua Dewan Hakim, Said Agil Husin Al-Munawar, Ketua Dewan Pengawas, Nasarudin Umar, Kepala Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi Achmed bin Essa Al-Hazmi, serta Kepala Kanwil Kemenag dari seluruh Indonesia.
Dewan hakim dalam upacara penutupan itu mengumumkan Kafilah Provinsi Kalimantan Timur ditetapkan sebagai Juara Umum dengan perolehan nilai 579, disusul Provinsi DKI Jakarta 478. Sementara posisi ketiga diraih Provinsi Jawa Timur nilai 275.
Berikut 10 Provinsi yang masuk dalam 10 besar MTQ Nasional ke-30 tahun 2024 berturut-turut Kalimantan Timur (579), DKI Jakarta (478), Jawa Timur (275), Jawa Barat (146), Sumatera Selatan (125), Riau (98), Kalimantan Selatan (94), Sumatera Utara (84), Banten (72) dan Kepulauan Riau (67).
Jateng yang hanya menempatkan satu finalis yaitu Syauka Zhafira Cabang Tilawah golongan anak-anak putri meraih juara ketiga. Selebihnya hanya meraih juara harapan satu, dua dan tiga. Posisinya berada di peringkat ke-16.
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana yang hadir dalam penutupan MTQ Nasional itu sempat berdialog dengan para anggota kafilah Jateng. Gubernur meminta kafilah Jateng jangan bersedih.
“Saya bangga dengan kafilah Jateng. Bukan soal hasilnya tapi prosesnya. Saya datang di tempat ini karena ingin mendengar prosesnya. Yang namanya perlombaan wajar ada menang dan ada yang kalah. Yang terpenting kita siapkan pertandingan di tahun yang akan datang dengan persiapan yang lebih maksimal,’’ tutur Nana.
Saat menyampaikan pengarahan Nana didampingi Kepala Biro Kesra Tegoch Hadi Noegroho, Plt Kepala Kanwil Kemenag Jateng Fitriyanto dan Kepala Bidang Penais Zawa (Penerangan Islam Zakat dan Wakaf ) Kanwil Kemenag Jateng, Imam Bukhori.
