BI Jateng Bakal Gelar CJIBF dan UMKM Grande 2026
SEMARANG[NuansaJateng] – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bakal menggelar Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 dan UMKM Grande 2026.
CJIBF 2026 akan digelar pada 11-14 Mei 2026 di Semarang, sedangkan UMKM Grande 2026 dilaksanakan pada 7-11 Mei 2026 di Atrium Mall Paragon Semarang.
Ajang tersebut diproyeksikan menjadi motor penggerak investasi sekaligus akselerator bagi UMKM untuk naik kelas hingga menjangkau pasar global.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah M Noor Nugroho mengatakan forum CJIBF 2026 dirancang sebagai ruang temu strategis antara investor dan berbagai proyek unggulan di sektor industri, energi terbarukan, pertanian, hingga pariwisata.
Menurutnya, CJIBF bukan sekadar ajang promosi, melainkan katalis nyata untuk mempercepat realisasi investasi di daerah. Forum ini dirancang sebagai ruang temu strategis antara investor dan berbagai proyek unggulan di sektor industri, energi terbarukan, pertanian, hingga pariwisata.
“Melalui CJIBF 2026, kami ingin memperkuat kepercayaan investor sekaligus mendorong investasi yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan di Jawa Tengah,” ujarnya dalam media briefing di Kantor Bank Indonesia Jawa Tengah, Rabu (29/4).
Ajang CJIBF 2026, lanjutnya, bukan sekadar ajang promosi, namun juga untuk mempercepat realisasi investasi di daerah.
M Noor Nugroho menambahkan, penguatan ekonomi kerakyatan juga terus didorong melalui UMKM Grande 2026 dengan mengusung tema Tumbuh, Tangguh, dan Mendunia.
Acara ini, lanjutnya, menghadirkan 75 UMKM unggulan dari sektor fashion, kriya, makanan olahan, hingga kopi.
“Beragam agenda disiapkan, mulai dari pameran produk, business matching, akses pembiayaan, pelatihan digitalisasi, hingga kompetisi kreatif,” tuturnya.
Menurutnya, penguatan UMKM bukan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi tetapi juga merata. Selain itu untuk mendorong agar produk UMKM mampu menembus pasar ekspor.
“UMKM Grande adalah langkah konkret untuk mendorong UMKM Jawa Tengah semakin kompetitif, adaptif terhadap teknologi, dan mampu menembus pasar ekspor,” ujarnya. (rs)
