Yoyok Beri Kuliah Umum Soal Bisnis di ITB Semarang

SEMARANG[NuansaJateng] – Calon Wali Kota Semarang AS Sukawijaya yang akrab disapa Yoyok Sukawi memberikan kuliah umum soal bisnis kepada mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang, Rabu (9/10).

Dalam kesempatan itu, Yoyok menekankan kepada para mahasiswa soal pentingnya meningkatkan kompetensi diri. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki suatu bekal sebelum terjun ke dunia bisnis.

Untuk masuk ke dunia bisnis, lanjutnya, mahasiswa perlu menekuni sifat-sifat entrepreneur, seperti optimistis, kreatif tinggi, percaya diri dan berani mengambil risiko.

“Harus termotivasi terus untuk meningkatkan kualitas. Jangan pernah menurunkan cita-cita, tingkatkan kemampuan diri supaya bisa meraih cita-cita itu. Ini sangat penting,” ujar Yoyok.

Selain itu, untuk masuk di dalam dunia bisnis, Yoyok meminta agar para mahasiswa bisa memanfaatkan beberapa fasilitas teknologi yang ada.

Media sosial yang saat ini sudah berkembang bisa dijadikan untuk ajang promosi dan mencari ide-ide guna meningkatkan marketing bisnis.

“Medsos juga bisa mengangkat seseorang menjadi influencer. Harus kita manfaatkan sebaik mungkin dan bisa upgrade dengan perkembangan teknologi,” tuturnya.

Dia juga mewanti-wanti agar menggunakan medsos dengan bijak. Saat ini ia mengakui jika di Indonesia medsos masih sering digunakan untuk menyebarkan ujaran kebencian.

“Hal itu karena ketidak tahuan pengguna atas dampak buruk dari hal-hal negatif penggunaan media social. Padahal sangat berbahaya dampak negatifnya,” ujarnya.

Sementara itu, Pjs Rektor ITB Semarang, Assoc Prof Dr RA Marlien mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas motivasi yang telah diberikan oleh Yoyok Sukawi kepada mahasiswanya.

Dia berharap ini menjadi langkah yang baik untuk mahasiswa bisa berjuang dan semangat masuk dunia bisnis.

“Karena audiensinya Gen-Z artinya bagus sekali untuk mereka berjuang sampai berhasil, tidak boleh putus asa,” tuturnya.

Pihaknya juga mendorong mahasiswa tak patah semangat manakala memiliki kekurangan untuk mewujudkan cita-citanya.

Seperti cerita yang disampaikan Yoyok Sukawi, dia berharap bisa dijadikan momentum untuk bangkit.

“Kelemahan tidak menjadi suatu hambatan tapi justru dengan teknologi yang ada sekarang bisa membuat orang itu lebih fight lagi,” ujarnya. (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *