Direktur Utama Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat secara simbolis menyerahkan bantuan Rp100 juta untuk korban gempa NTT melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA)

Sido Muncul Salurkan Bantuan Korban Gempa NTT Senilai Rp400 Juta

JAKARTA[NuansaJateng] – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk menyerahkan bantuan senilai Rp300 juta kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk membantu korban gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan tersebut diserahkan Direktur Utama Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat dan diterima langsung oleh Kepala BPOM Prof dr Taruna Ikrar M.Biomed MD PhD di Gedung BPOM, Jakarta Pusat, Kamis (27/8).

Direktur Utama Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat mengatakan bantuan melalui BPOM merupakan salah satu bentuk kepedulian Sido Muncul terhadap para korban gempa, dan penyaluran bantuan ini baru merupakan tahap awal.

“Jadi hari ini kami bantu lewat BPOM, dan kedua, Kementerian PPPA. Ini baru mulai,” ujar Irwan kepada pers.

Irwan menambahkan, bantuan kepada korban bencana alam gempa akan diberikan dalam bentuk uang. Menurutnya, skema tersebut dipilih agar bantuan lebih mudah dikirim dan dapat digunakan langsung oleh masyarakat di lokasi bencana.

“Bantuannya ini dalam bentuk uang supaya gampang kirimnya. Sebab kalau dalam bentuk barang, ongkos kirimnya lebih mahal mungkin,” tutur Irwan.

Menurutnya, masyarakat di wilayah terdampak masih memiliki akses ke sejumlah toko sehingga bantuan berupa uang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan.

Tidak hanya itu, Sido Muncul juga berencana menggalang bantuan tambahan dari para pemasok atau supplier yang menjadi mitranya.

“Di sana kan masih banyak toko yang buka (jadi masyarakat bisa membeli barang-barang yang dibutuhkan sesuai keperluan). Kami nanti juga akan coba menggalang dana dari supplier-supplier kami. Siapa yang mau membantu,” ujar Irwan.

Distribusinya, tutur Irwan, bantuan melalui BPOM nantinya dapat disalurkan melalui jaringan kantor BPOM yang berada di berbagai daerah. Sido Muncul juga akan menyalurkan bantuan secara langsung kepada masyarakat.

“Nanti kami akan langsung ke masyarakat, misalnya gereja, banyak masyarakat yang sudah menunggu kebutuhan (bantuan),” tutur Irwan.

Irwan menuturkan, bantuan untuk korban gempa akan dilanjutkan sampai pada tahap pascabencana, ketika kebutuhan masyarakat mulai bergeser dari bantuan darurat menuju pemulihan.

“Karena pascabencana itu justru lebih banyak nanti dibutuhkan perbaikan rumah atau apa. Saya sering mengunjungi tempat-tempat bencana gini. Saya sering kali melihat mereka yang mengalami itu enggak bisa diceritain (rasa sedihnya),” ujar Irwan.

​Perhatian Irwan terhadap masyarakat NTT didasari oleh kepedulian mendalam dan pengalamannya yang kerap berkunjung ke daerah bencana. Menurutnya, bantuan tak boleh berhenti pada masa tanggap darurat, melainkan harus berlanjut pada pemulihan fisik dan tempat tinggal warga.

​Pada hari yang sama, Sido Muncul juga menyalurkan bantuan Rp100 juta untuk korban gempa NTT melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan Sido Muncul melalui dua lembaga tersebut mencapai senilai Rp400 juta.

Sementara itu, Kepala BPOM, Taruna Ikrar mengatakan bantuan yang diterima melalui program BPOM Peduli segera disalurkan kepada masyarakat terdampak. Bahkan penyaluran dapat dilakukan dengan cepat karena BPOM memiliki jaringan kantor hingga ke daerah.

“Kalau dalam bentuk uang tunai kan bisa langsung ditransfer, dan tentu transfernya secara real time, bertanggung jawab,” tutur Taruna.

Taruna menambahkan, BPOM memiliki balai besar, balai, loka, hingga pos BPOM di berbagai daerah. Jaringan tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu proses distribusi bantuan agar dapat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Setelah sampai ke lokasi, khususnya di balai-balai besar penyalurkan kami nanti kan lebih mudah. Personel kami yang akan membawa langsung,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *