Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama KH Abdul Ghaffar Rozin

Santri Harus Bersiap Memasuki Era Indonesia Emas 2045

SEMARANG[NuansaJateng] – Santri harus menyiapkan diri untuk memasuki era Indonesia Emas 2045 yang saat ini hitungan waktunya tinggal 20 tahun lagi. Era itu harus disambut dengan optimisme dan kerja keras.

Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) KH Abdul Ghaffar Rozin mengatakan agar berhasil memanfaatkan  momentum Indonesia Emas itu maka santri harus menyiapkan diri dengan menjadikan dirinya sebagai santri emas bukan santri cemas.

“Santri emas siap menjadi apa saja dalam mengabdi kepada bangsa dan negara Indonesia. Indonesia emas tinggal 20 tahun  lagi,karena itu mulai sekarang santri harus menyiapkan diri,” ujar Gus Rozin saat menyampaikan amanat dalam upacara Hari Santri 2024 yang berlangsung di halaman kantor PWNU Jateng, Jl Dr Cipto 180 Semarang, Selasa (22/10).

Menurutnya, agar dapat berperan maksimal pada era Indonesia Emas itu, santri pada ujung perjalanan pembelajarannya tidak semuanya harus menjadi kiai dan guru saja,tetapi harus bisa hadir pada berbagai posisi.

Jika negara membutuhkan, lanjutnya, santri harus mampu memenuhi panggilan tugas negara baik dalam konteks keummatan maupun konteks kenegaraan. Karena itu selama santri menjalani proses menuju era Indonesia Emas harus selalu percaya diri dan tidak ragu.

Dia menambahkan, teks atau naskah-naskah yang dibacakan dalam upacara Hari Santri seperti Pancasila, dokumen  resolusi jihad dan ikrar santri itu bukanlah naskah yang mati tetapi naskah hidup yang dapat dijadikan sebagai panduan dalam melanjutkan perjuangan para kiai yang berkontribusi dalam mendirikan negara Indonesia.

Kini, tutur Gus Rozin, 79 tahun sudah Indonesia merdeka, agar santri mampu melanjutkan perjuangan para kiai selain harus bekerja keras dan bersiap diri untuk menyongsong hari esok juga harus berani dan mampu membaca ulang peran-peran keteladanan kiai.

Dengan pembacaan ulang itu semuanya akan menemukan keteladanan – keteladanan kiai baik dalam mengamalkan ilmunya maupun dalam berkontribusi mendirikan dan membangun  bangsa.

Prosesi upacara Hari Santri 2024 yang diselenggarakan PWNU Jateng berlangsung khidmat,  formasi barisan yang mengikuti upacara meliputi barisan santri, pelajar NU, kiai dan pengurus NU meliputi pengurus haruan tanfidziyah, syuriyah, lembaga dan badan otonom.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *